Kronologi Kasus Kematian Dokter Perempuan di India, Tewas Akibat Diperkosa Bergilir di Aula Rumah Sakit usai Bekerja 36 Jam

AKURAT.CO Viral di media sosial X terkait kasus kematian tidak wajar yang dialami oleh dokter muda di India.
Kasus kematian dokter muda di India itu bahkan telah memicu mogok massal dokter dengan sejumlah rumah sakit dan klinik yang menolak kedatangan pasien, kecuali untuk kasus gawat darurat.
Akun media sosial X, @martabakismissu lalu membagikan kronologi tewasnya dokter muda di India tersebut dan telah dilihat sebanyak 3,6 juta kali oleh pengguna.
"Kasus Tragis Dokter Moumita Debnath (2024), dokter muda asal India yang diperk*sa hingga tewas ketika sedang beristirahat di aula seminar usai bertugas selama 36 jam. Hampir di sekujur tubuhnya terdapat luka parah," tulisnya dikutip Senin (19/8/2024).
Kronologi Kejadian
Dituliskan oleh @martabakismissu, korban bernama Moumita Debnath yang dikenal sebagai salah satu peserta program dokter spesialis yang berusia 31 tahun kini bertugas di R.G. Kar Medical College and Hospital, Kolkata, India.
Pada tanggal 9 Agustus 2024, usai bertugas selama 36 jam, Moumita terlihat masih makan malam bersama rekannya. Kemudian korban pamit untuk beristirahat pada pukul 2 pagi.
Akibat kurangnya ruang istirahat di Rumah Sakit, korban memutuskan beristirahat di aula seminar.
Naas, korban ditemukan dengan keadaan tidak bernyawa pada keesokan paginya dengan kondisi yang memperihatikankan.
"Namun keesokan paginya, sekitar pukul 11 pagi, Moumita ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di aula seminar Rumah Sakit tersebut. Dia ditemukan (maaf) setengah telanjang dengan berbagai luka di wajah juga tubuhnya," lanjut akun tersebut.
Dituliskan hasil otopsi mengungkapkan bahwa Moumita telah diserang secara seksual sebelum akhirnya dibunuh.
Baca Juga: Golkar Optimis Ridwan Kamil-Suswono Menang di Pilkada Jakarta 2024
Sementara penyebab kematiannya adalah karena dibekap dan dicekik dengan mulut dan tenggorokannya terus ditekan untuk mencegah teriakan hingga tulang rawan tiroidnya patah.
Terdapat juga luka di bibir, mata, perut dan kemaluannya. Jari tangan, tangan kanan, dan tulang selangka patah.
Adapun bekas cakaran di wajahnya, kemungkinan besar disebabkan oleh kuku jari si pelaku, menunjukkan bahwa dia berusaha mati-matian untuk melawan.
Tidak hanya itu, ditemukan juga 150 ml cairan semen di dalam tubuh korban yang membuka indikasi bahwa korban tewas akibat diperkosa.
"Laporan otopsi pun mengungkapkan bahwa sekitar 150 gram sp*rma ditemukan ditubuhnya. Temuan itu membuat dokter yang melakukan otopsi dan orang tua Moumita menduga putrinya telah diperk*sa oleh beberapa orang," tambah akun tersebut.
Namun, polisi membantah hal tersebut dan mengatakan itu hanya sebatas rumor.
Setelah penyelidikan, akhirnya polisi setempat menangkap seorang yang bekerja sebagai relawan di RS tersebut setelah menemukan headset Bluetooth miliknya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sanjay Roy, diduga menjadi tersangka utama dalam kasus ini. Dia juga memiliki catatan hitam dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Ia tertangkap kamera CCTV masuk gedung darurat rumah sakit pada pukul 4 pagi. Menurut polisi, dia sudah mengakui kejahatannya. Namun ibu Roy membela putranya dan mengatakan putranya telah dijebak.
Pada 13 Agustus 2024, Pengadilan Tinggi Kolkata meminta kepolisian setempat untuk menyerahkan kasus tersebut ke Central Bureau of Investigation (CBI) sambil menyatakan ketidakpuasannya terhadap penyelidikan yang dilakukan sejauh ini.
Baca Juga: Lirik Lagu New Woman Oleh Lisa feat Rosalia, Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Mereka juga menandai kemungkinan adanya penghancuran barang bukti jika polisi setempat melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
"Insiden ini mendapat liputan media yang luas dan memicu kemarahan di seluruh negeri terutama di kalangan komunitas medis, karena serikat mahasiswa dan kolega almarhum menuntut keadilan dan meningkatkan langkah-langkah keamanan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji: Staf Kesthuri Ungkap Fee Percepatan Tiga Ribu Dolar per Jemaah
- 10KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji







