Suksesnya Program Makan Siang Gratis Barack Obama, Indonesia Bisa Contek Nih!

AKURAT.CO Pemerintahan Barack Obama mengesahkan Undang-Undang Anak Sehat dan Bebas Kelaparan tahun 2010 yang di dalamnya terdapat secara rutin menyediakan sarapan, makan siang, dan makanan ringan gratis dan/atau berbiaya rendah bagi hampir 30 juta pelajar Amerika.
Program tersebut digagas untuk melawan dampak epidemi obesitas terhadap kesehatan anak-anak dan secara nyata meningkatkan nilai gizi dari program pangan federal.
Apakah program tersebut sukses? Sebuah penelitian baru-baru ini memberikan jawaban ya.
“Kami menunjukkan bahwa perubahan tahunan dalam indeks massa tubuh [BMI] menurun sebesar 10 persen pada anak-anak dan remaja di Amerika setelah penerapan undang-undang tersebut," kata penulis utama studi, Dr. Aruna Chandran. Dia adalah ahli epidemiologi sosial dan ilmuwan senior di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, di Baltimore.
Apa yang memicu penurunan tersebut? Program makanan federal berbasis sekolah menyediakan “sekitar 50% asupan kalori siswa setiap hari sekolah,” kata Chandran.
Baca Juga: Chef Arnold Bahas Rincian Harga Bahan Makan Siang Gratis, Netizen: Gak Ada Pengalaman ke Pasar!
Undang-undang tersebut telah memicu penurunan yang signifikan dalam jumlah garam dan lemak yang ditemukan dalam makanan di sekolah, di samping peningkatan yang signifikan dalam jumlah biji-bijian, buah, sayuran, dan produk susu rendah lemak.
Pada akhirnya, tim mengamati penurunan tingkat BMI di kalangan anak-anak dan remaja setelah program makanan federal yang lebih sehat diterapkan.
Ke depan, Chandran mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya “yakin bahwa pembuat kebijakan dapat menggunakan bukti dari penelitian seperti ini untuk mendukung kebijakan terkait peningkatan kualitas gizi makanan yang disediakan di sekolah.”
Temuan ini dipublikasikan secara online pada 13 Februari di JAMA Pediatrics.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Tegaskan Belum Ada Keputusan Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS
Dr Lauren Fiechtner, direktur nutrisi di MassGeneral Hospital for Children di Boston, menulis editorial yang menyertainya.
Fiechtner setuju dengan kesimpulan tim peneliti bahwa “menurunkan tren BMI pada semua anak dengan penerapan perubahan nutrisi dalam program makan siang di sekolah berpotensi mengekang epidemi obesitas dan meningkatkan kesehatan seumur hidup anak-anak.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








