Akurat

26 Negara Uni Eropa Peringatkan Israel Atas Serangan Bencana ke Rafah

Sulthony Hasanuddin | 20 Februari 2024, 15:16 WIB
26 Negara Uni Eropa Peringatkan Israel Atas Serangan Bencana ke Rafah

AKURAT.CO Semua negara Uni Eropa kecuali Hungaria memperingatkan Israel agar tidak melancarkan serangan ke Rafah.

Sebuah serangan yang menurut mereka akan memperparah bencana bagi sekitar 1,5 juta pengungsi yang berdesak-desakan di kota yang terletak di tepi selatan Gaza itu.

"Serangan ke Rafah akan menjadi bencana besa, itu tidak masuk akal," kata Menteri Luar Negeri Irlandia, Micheal Martin, sebelum pertemuan para Menteri Luar negeri dari 27 negara anggota Uni Eropa di Brussels.

Baca Juga: Semakin Mesra, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Terima Hadiah Mobil Mewah Aurus dari Vladimir Putin untuk Keperluan Pribadi

Setelah pembicaraan berakhir, semua kecuali satu dari negara Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan bersama menyerukan jeda kemanusiaan segera yang mengarah pada gencatan senjata, pembebasan semua sandera tanpa syarat, dan penyediaan bantuan kemanusiaan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan atas nama Menteri Luar Negeri dari 26 negara anggota Uni Eropa dan para diplomat mengatakan bahwa Hungaria (sekutu dekat pemerintah Israel) adalah satu-satunya negara yang tidak ikut serta.

"Kami meminta Pemerintah Israel untuk tidak mengambil tindakan militer di Rafah yang akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat buruk dan mencegah penyediaan layanan dasar dan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan," kata para menteri, dikutip Selasa (20/2/2024).

Baca Juga: Belum Usai, Houthi Yaman Kini Klaim Serangan Kapal di Teluk Aden

Diketahui, saat ini Israel sedang bersiap-siap untuk melancarkan invasi darat ke kota paling selatan Gaza itu, yang disebut sebagai benteng terakhir Hamas setelah hampir lima bulan pertempuran.

Israel menuduh para pejuang Hamas bersembunyi di antara warga sipil, sesuatu yang dibantah oleh kelompok militan itu, dan mengatakan bahwa langkah-langkah luar biasa telah diambil untuk menghindari jatuhnya korban sipil.

Namun kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mencegah kematian warga sipil.

"Kita harus terus menekan Israel agar mereka memahami bahwa ada begitu banyak orang di jalan-jalan Rafah, mustahil untuk menghindari jatuhnya korban sipil," katanya.

Baca Juga: Sedih! Pria Gaza Terpisah dari Tunangannya karena Perang, Hanya Hadiahi Pesan Suara Cinta untuk Rayakan Valentine

"Hal ini, tentu saja, akan bertentangan dengan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan," tambahnya.

Baca Juga: Apa yang Terjadi di Rafah? Target Israel Selanjutnya

Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock juga meminta Israel untuk menghormati hukum humaniter, tetapi mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri karena jelas bahwa para pejuang Hamas masih beroperasi dari Rafah.

Baca Juga: Update Terkini, Israel Bebaskan Dua Sandera Namun 37 Warga Palestina Jadi Korban Serangan Udara di Rafah

"Hal yang paling penting adalah Hamas meletakkan senjatanya. Lebih dari satu juta orang pergi ke selatan Gaza karena IDF (Pasukan Pertahanan Israel) mengatakan kepada mereka. Mereka tidak bisa menghilang begitu saja" tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.