Center for Uyghur Studies Sebut Hamas Teroris, Akademisi UMJ: Justru yang Teroris Itu Israel, karena Telah Merampas Tanah Palestina!

AKURAT.CO Perang Israel dengan Hamas di Palestina tak hanya perang dengan senjata. Perang narasi untuk memojokan Hamas dengan sebutan kelompok teroris kerap dilakukan oleh para pendukung Israel.
Penggagas gerakan Center for Uyghur Studies (CUS), Abdulhakim Idris, salah satu pihak yang menentang gerakan Hamas di Palestina. Lewat beberapa artikelnya, Abdulhakim memojokan Hamas di Palestina. Bahkan, menuding Hamas sebagai teroris.
Sikap CUS yang mendukung penjajahan Israel dan mengutuk Hamas dalam konflik di Palestina mendapatkan kritikan dari publik.
Kepala Program Studi (Kaprodi) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Usni Hasanuddin pun ikut mengecam pernyataan dari CUS tersebut.
Baca Juga: 5 Ayat Al-Quran tentang Musibah, Renungi agar Tidak Sedih saat Terjadi Bencan
"Kita sangat menyayangkan perilaku dan sikap organisasi yang menyebutkan Hamas sebagai teroris," ungkap Usni kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/12/2023).
Menurut Usni, Hamas yang berbasis di Gaza, Palestina bukan merupakan organisasi teroris. Hamas adalah gerakan rakyat Palestina yang menginginkan kemerdekaan negaranya.
"Rakyat yang ingin kemerdekaan kok dituduh teroris. Justru, yang termasuk teroris adalah Israel, karena telah merampas tanah rakyat Palestina," kecam Usni.
Selain itu, pengamat politik UMJ ini juga mewanti wanti Pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap organisasi yang arah politiknya berpihak kepada Israel. Jika diperlukan, masyarakat Indonesia tegas memboikot organisasi-organisasi yang mendukung kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina, seperti CUS ini.
Baca Juga: Hamas: Ada Sandera Terbunuh dalam Upaya Penyelematan di Gaza
Lebih jauh, ia mengkritik pendiri CUS, Abdulhakim Idris yang begitu getol membela Israel di tengah dukungan masyarakat Indonesia dan dunia yang begitu kuat kepada Palestina.
Kata Usni, gerakan CUS ini juga seolah-olah tidak menghargai Pemerintah Indonesia yang sedang berjuang membela Palestina kemerdekaan Palestina. "Sangat aneh jika ada komunitas muslim, tetapi mendukung Israel dan menuduh Hamas teroris," tuntasnya.
Seperti diketahui, CUS berbasis Virginia, Amerika Serikat, sehingga patut diduga didukung oleh Negeri Paman Sam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








