Israel Dihapus Dari Peta Digital Baidu Dan Alibaba, Hanya Ada Yerusalem
Rahmat Ghafur | 2 November 2023, 09:55 WIB

AKURAT.CO Nama Israel telah dihapus dari peta digital online milik perusahaan teknologi raksasa China, Baidu dan Alibaba.
Dalam kedua peta digital China tersebut, hanya ada nama Yerusalem tanpa adanya nama Israel.
Hal ini dilakukan oleh China ketika konflik yang berada di Jalur Gaza semakin memburuk dan menciptakan krisis kemanusiaan.
Selain itu, China menganggap bahwa tindakan yang telah dilakukan Israel dalam menyerang jalur Gaza dianggap telah melebihi ruang lingkup dari sebuah pembelaan diri.
Menurut laporan dari Wall Street Journal (WSJ), peta digital Baidu telah menghapus nama Israel sejak Senin (30/10/2023). Hal yang sama juga terjadi di wilayah Palestina dan kota-kota utama lainnya.
"Peta digital Baidu yang menggunakan bahasa Mandarin telah membatasi perbatasan Israel yang diakui secara internasional serta wilayah Palestina, ditambah kota-kota utama, namun tidak secara jelas mengidentifikasi nama negara tersebut," tulis laporan WSJ.
Padahal beberapa negara-negara kecil seperti Luksemburg masih tercantum namanya secara lengkap di peta Baidu ini. Sedangkan Israel sudah tidak tercantum secara jelas hanya menampilkan garis-garis perbatasan saja.
Tidak hanya itu saja, Nama Israel pun juga tidak tercantum dalam peta digital milik Alibaba yakni Amap. Meskipun demikian, baik dari Baidu maupun Alibaba belum memberikan keterangan lebih jelas dibalik penghapusan nama Israel itu.
Tentu saja tindakan yang dilakukan oleh Baidu dan Alibaba membuat netizen menjadi heboh sebab pengguna internet China tidak dapat menemukan nama Israel pada kedua peta tersebut.
Bahkan ada yang menyebutkan bahwa hilangnya nama Israel dalam peta digital Baidu dan Alibaba merupakan bentuk provokasi besar yang dilakukan oleh China.
"Israel telah dihapus dari peta digital Baidu hari ini... Negara-negara tetangga masih disebutkan (Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, dll). Jika anda perbesar Israel, nama-nama kotanya masih ada. Provokasi yang besar dari China," tulis seorang pengguna X.
Sebelumnya, Presiden China Sendiri, Xi Jinping mengumumkan dukungannya kepada rakyat Palestina dan menekankan untuk memberikan Palestina keanggotaan penuh di PBB.
Xi Jinping juga menyatakan bahwa China mendukung solusi untuk dua negara dan pembentukan negara Palestina sesuai dengan perbatasan tahun 1967.
Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yin kepada Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan ketika keduanya melakukan percakapan via telepon pada Sabtu (14/10/2023).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








