Mengenal Basilika Santo Petrus, Gereja Terbesar Di Dunia

AKURAT.CO Basilika Santo Petrus atau Saint Peter Basilica merupakan salah satu gereja terbesar di dunia dan menjadi salah satu simbol kekuatan dan kemuliaan Gereja Katolik.
Gereja yang berada di Vatikan ini mulai dibangun pada tahun 1506.
Gereja ini dinamakan sesuai makam Santo Petrus yang terdapat di dalamnya. Santo Petrus sendiri merupakan Paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik.
Sebelum Basilika Santo Petrus yang sekarang berdiri, dulunya ada sebuah gereja lama yang dikenal sebagai Basilika Santo Petrus Lama.
Baca Juga: Mengenal Saint Porphyrius, Gereja Ortodoks Tertua di Gaza Yang Hancur Dibom Israel
Gereja Santo Petrus lama dibangun oleh Kaisar Konstantinus pada abad keempat, namun bangunan itu mengalami kerusakan dan kekurangan ruang yang layak untuk melayani para jemaat yang semakin bertambah.
Oleh karena itu, di tahun 1506, Paus Julius II memutuskan untuk membangun sebuah gereja yang lebih besar dan megah guna menggantikan gereja lama. Pembangunan Basilika Santo Petrus yang baru ini melibatkan banyak arsitek terkenal pada masa itu.
Arsitek Michelangelo, Gian Lorenzo dan Donato Bramante mendesain gereja ini dengan sangat indah dan kompleks, termasuk kubah besar yang menjadi salah satu ciri khas arsitektur Roma.
Namun pembangunan gereja ini mengalami banyak masalah teknis dan finansial yang menyebabkan proyek ini sempat terhenti selama beberapa tahun.
Dan akhirnya pada tahun 1626 pembangunan Basilika Santo Petrus berakhir.
Gereja ini berhasil berdiri dan menjadi salah satu bangunan peribadatan terbesar di dunia dan menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik setiap tahunnya.
Baca Juga: Dubes Vatikan Msgr Piero Pioppo: Bangsa Indonesia Dianugerahi Tiga Kekayaan
Dan kini Basilika Santo Petrus telah menjadi simbol kekuasaan dan kemuliaan Gereja Katolik, yang juga memiliki banyak karya seni dengan arsitektur yang luar biasa.
Pembangunan Gereja Santo Petrus yang baru merupakan momen bersejarah dalam sejarah gereja dan keberadaannya kini sangat menakjubkan bagi orang-orang dari seluruh belahan dunia. (Almira Ramadhani)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








