Akurat

Kisah Unik Nagoro: Desa Yang Dihuni Ratusan Boneka

Muhtar S. Syihabuddin | 24 Oktober 2023, 20:58 WIB
Kisah Unik Nagoro: Desa Yang Dihuni Ratusan Boneka

AKURAT.CO Nagoro merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Shikoku, Prefektur Tokushima, Jepang.

Desa tersebut hanya dihuni oleh sekitar dua lusin orang dewasa dengan ditemani oleh ratusan boneka buatan tangan yang seukuran manusia. 

Dulunya Desa Nagoro dihuni oleh lebih dari 300 penduduk, namun saat populasi Jepang menyusut, penduduk yang tersisa di desa tersebut hanya sekitar 35 orang. 

Kemudian desa itu kini telah dihuni oleh sejumlah boneka buatan tangan, demi menutupi rasa kesepian warga setempat. 

Baca Juga: Berbagai Fakta Boneka Raksasa KAWS Yang Viral Serta Sang Seniman Penciptanya

Kisah Desa Nagoro berawal dari saat Tsumiki Ayano seorang seniman asal Nagoro yang kembali ke kampung halamannya setelah puluhan tahun membangun karier di Osaka. 

Ayano yang ketika itu telah berumur 70 tahun menciptakan lebih dari 40 boneka buatan tangan.

Boneka-boneka tersebut pun diletakkan di halaman sekolah yang telah ditutup. 

Dengan merekayasa hari olahraga sekolah yang biasa dikenal dengan sebutan undokai, Ayano meletakkan boneka yang memiliki ukuran anak-anak dalam berbagai pose, seperti pose lomba lari, melempar bola, dan ada yang juga yang berdiam nyaman di ayunan. 

Dan kini ada sekitar 350 boneka yang telah dibuat oleh Ayana dan beberapa warga lainnya.

Jumlah tersebut sangat berbanding terbalik dengan manusia yang hidup di Desa Nagoro. 

Ayano beserta para penduduk mementaskan boneka-boneka yang telah dibuat dari bingkai kayu dan kawat yang kemudian diisi dengan koran dan dikenakannya pakaian tua yang telah disumbangkan dari seluruh penjuru.

Baca Juga: Boneka Barbie Dengan Down Syndrome Resmi Dirilis Musim Panas Ini

Dan Ayano juga memberikan banyak sentuhan menyenangkan pada boneka yang dibuatnya, seperti menggambarkan berbagai macam ekspresi menyenangkan pada setiap bonekanya.

Hal itu dilakukan agar para boneka tidak terlihat menakutkan. 

Setelahnya boneka-boneka itu pun diletakkan pada berbagai tempat yang ada di seluruh desa.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan suasana desa yang sangat jauh dari kata ramai. 

Ada boneka yang diletakkan seperti pekerja konstruksi yang sedang merokok saat istirahat, ada juga seorang ayah yang tengah menarik kereta penuh anak-anak, dan ada pula boneka wanita tua yang sedang bersandar di kursi roda. 

Para penduduk desa berpendapat bahwa hal tersebut adalah cara yang indah untuk membuat suasana desa kembali hidup. 

Bahkan para turis yang telah berkunjung pun mengungkapkan Desa Nagoro bukanlah tempat yang menyeramkan seperti yang terdengar pada awalnya. (Almira Ramadhani)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.