Beda Dengan AS, Ini Respons Rusia Soal Serangan Israel Ke Gaza: Siap Bantu Palestina

AKURAT.CO Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya Rusia menyatakan dukungannya terhadap Palestina berkaitan dengan serangan yang dilakukan oleh Israel. Hal ini disampaikan langsung Kadyrov melalui sebuah akun telegram.
Kadyrov menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung Palestina. Ia juga menuturkan bahwa dirinya paham akan sikap provokasi yang kerap dilakukan Israel.
"Kami mendukung Palestina dan kami menentang perang ini, yang tidak seperti konflik lainnya, dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar," ujar sekutu dekat Vladimir Putin itu.
"Saya sendiri pernah ke Israel, dan delegasi damai kami mengalami upaya provokasi terang-terangan secara langsung. Oleh karena itu, saya menyerukan penghentian perang dan segala bentuk eskalasi situasi. Jika perlu, unit kami siap bertindak sebagai pasukan penjaga perdamaian untuk memulihkan ketertiban dan melawan pembuat onar," tambahnya.
Baca Juga: Deretan Isu Utama Konflik Israel Dan Palestina, Salah Satunya Pendudukan Yerusalem
Kadyrov juga memohon kepada komunitas internasional untuk menyerukan solusi damai terhadap konflik Israel-Palestina.
"Saya mengimbau para pemimpin negara-negara Muslim untuk membentuk koalisi dan menyerukan kepada mereka yang Anda sebut sebagai teman, Eropa dan seluruh Barat, agar mereka tidak mengebom warga sipil dengan dalih menghancurkan militan," tutur Kadyrov.
Selain itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menganggap eskalasi konflik di Palestina dan Israel merupakan konsekuensi dari ketidakpatuhan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menurut Zakharova perlu ada pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967.
"Ini (dapat diselesaikan) melalui pembentukan proses negosiasi penuh mengenai perjanjian internasional yang mengatur pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur, hidup damai dan aman dengan Israel," katanya.
Baca Juga: Hamas Lumpuhkan Israel Dengan Drone Murah, Ini Faktanya
Rusia juga mengutuk kekerasan terhadap orang-orang Yahudi dan Palestina, sambil mengkritik AS atas pendekatan yang dinilai destruktif karena mengabaikan perlunya Palestina merdeka sesuai perbatasan tahun 1967.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Barat berpikiran sempit jika mereka percaya dapat dengan mudah mengutuk serangan terhadap Israel dan kemudian mengharapkan kemenangan Israel tanpa menyelesaikan penyebab ketidakstabilan, yaitu masalah Palestina itu sendiri.
Menurut Lavrov, AS telah berusaha memonopoli dialog antara Palestina dan Israel sehingga menjauh dari pembentukan Negara Palestina melalui perundingan demi meringankan masalah sosial-ekonomi Palestina.
Rusia juga beranggapan eskalasi besar-besaran di konflik Israel Palestina merupakan muara kesalahan negara Barat yang selalu memblokir resolusi di PBB terkait negara Timur Tengah.
"Kami menganggap eskalasi situasi dalam skala besar saat ini sebagai manifestasi lain yang sangat berbahaya dari lingkaran setan kekerasan, yang merupakan konsekuensi langsung dari ketidakpatuhan sistemik terhadap resolusi relevan PBB dan Dewan Keamanannya serta pemblokiran oleh pihak Barat atas kerja kuartet mediator internasional Timur Tengah yang terdiri dari Rusia, AS, UE (Uni Eropa), dan PBB."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









