4 Fakta Serangan Hamas Ke Israel, Ternyata Gara-gara Ini

AKURAT.CO Kawasan Timur Tengah (Timteng) kembali mengalami ketegangan yang semakin tinggi. Hal ini dipicu oleh eskalasi yang terjadi antara Israel dan kelompok pejuang Palestina, Hamas, setelah kelompok tersebut melancarkan serangan ke wilayah Israel pada tanggal 7 Oktober 2023.
Hamas sendiri adalah kelompok yang memiliki akar di Ikhwanul Muslimin, dengan tujuan utama memerdekakan wilayah Palestina.
Organisasi ini dianggap sebagai kelompok teroris oleh beberapa negara, termasuk Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan beberapa negara lainnya, sementara kelompok ini mendapat dukungan dari sebagian besar negara-negara Arab dan beberapa negara lainnya.
Hamas telah terlibat dalam berbagai konflik bersenjata dengan Israel selama bertahun-tahun.
Baca Juga: RS Indonesia Di Gaza Terkena Serangan Israel, Ternyata Ini Sejarah Berdirinya
Kronologi Serangan Hamas Ke Israel
Pasukan bersenjata Hamas, meledakkan sebagian dari pagar pemisah Israel yang dijaga dengan ketat. Mereka melakukan serangan terhadap warga Israel di sepanjang perbatasan Gaza, yang menimbulkan baku tembak dengan pasukan tentara Israel.
Serangan ini dinamakan dengan Operasi Badai Al-Aqsa, dengan sejumlah roket yang meluncur berulang kali pada pukul 06.30 waktu setempat.
Fakta Serangan Hamas
Dilansir dari berbagai sumber, (9/10/2023), beikut beberapa fakta tentang serangan Hamas:
- Hamas desak pihak lain ikut berperang
Hamas mengajukan permintaan kepada ‘pejuang perlawanan di Tepi Barat’ serta negara-negara Arab dan Islam untuk ikut serta atau bergabung dalam pertempuran tersebut.
Baca Juga: Dikenal Memiiki Intelijen Luas, Mengapa Israel Gagal Menghentikan Serangan Hamas?
- Hamas menyandera warga Israel
Hamas mengklaim pasukannya telah berhasil melakukan penyanderaan terhadap beberapa warga Israel di wilayah tersebut. Mereka merilis video yang menggambarkan situasi mengerikan.
Hamas juga menyatakan bahwa di antara para tawanan tersebut ada perwira senior militer Israel. Meskipun video-video tersebut tidak dapat diverifikasi secara langsung, namun terlihat konsisten dengan fitur geografis di wilayah tersebut.
- Serangan terjadi ketika warga Israel mengalami masa sulit
Serangan dari Hamas terjadi pada saat Israel sedang mengalami periode yang sulit. Pada saat itu, pemerintah Israel tengah menghadapi protes terbesar dalam sejarah negaranya, yang dipicu oleh usulan Netanyahu untuk melemahkan Mahkamah Agung saat ia diadili karena korupsi.
Gerakan protes ini, yang mengklaim bahwa Netanyahu sedang mencoba merampas kekuasaan, telah menyebabkan perpecahan dalam masyarakat Israel dan menimbulkan ketidakstabilan di dalam angkatan bersenjata Israe
- Israel mendeklarasikan perang
Setelah Hamas meluncurkan serangan, Perdana Menteri Israil resmi mendeklerasikan perang menyusul serangan mendadak dari Hamas.
Mayor Jenderal Ghassan Alian dari IDF menyatakan bahwa Hamas telah melakukan kesalahan besar dengan membuka "gerbang neraka" di Jalur Gaza.
Sebagai akibatnya, dia menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah tegas untuk membuat Hamas menarik diri dan membuat pihak Hamas jera.[] (Ami Fatimatuz Zahro)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










