Akurat Logo

Kekhawatiran Inflasi Dunia Mencuat Usai India Larang Ekspor Beras

Tia Nurullatifah | 21 Juli 2023, 11:57 WIB
Kekhawatiran Inflasi Dunia Mencuat Usai India Larang Ekspor Beras

AKURAT.CO India memerintahkan penghentian kategori ekspor beras terbesarnya pada Kamis (20/7/2023), yang berakibat berkurangnya separuh perngiriman oleh eksportir biji-bijian terbesar di dunia itu, sehingga memicu kekhawatiran akan inflasi di pasar makanan global.

Pemerintah India mengatakan bahwa mereka memberlakukan larangan ekspor terhadap beras putih non-basmati setelah harga beras eceran naik 3 persen dalam sebulan.

Kenaikan tersebut terjadi setelah turunnya hujan mosun dalam waktu lama dan deras menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tanaman.

Kekhawatiran inflasi di pasar makanan global muncul karena India menyumbang lebih dari 40 persen ekspor beras dunia juga persediaan yang rendah dari eksportir lain. 

Penghentian ekspor beras tersebut berarti setiap pengurangan pengiriman yang dapat meningkatkan harga-harga makanan lain, yang sudah naik karena invasi Rusia ke Ukraina dan cuaca yang tidak menentu.

"Untuk memastikan ketersediaan beras outih non-basmati yang memadai di pasar India dan untuk meredakan kenaikan harga di pasar domestik, Pemerintah India telah mengubah kebijakan ekspor," kata Kementerian Pangan India, dikutip dari Reuters, Jumat (21/7/2023).

Kategori yang terkena dampak kebijakan tersebut yakni beras putih non-basmati dan beras pecah kulit, yang menyumbang sekitar 10 juta ton dari total 22 juta ton ekspor beras India tahun lalu.

Pemerintah India juga mengklarifikasi bahwa beras setengah matang, yang mewakili 7,4 juta ton ekspor pada 2022 tidak termasuk dalam kebijakan larangan baru itu.

Dilansir Reuters, pemerintah India telah memperpanjang larangan ekspor gandung setelah membatasi pengiriman beras pada bulan September 2022 lalu. Selain beras, India juga membatasi ekspor gula pada tahun ini sebab hasil penen tebu yang menurun. 

Akibat Larangan Ekspor India terhadap Dunia

Menurut Presiden Asosiai Eksportir Beras, B.V Krishna Rao, tindakan yang dilakukan India akan mengganggu pasar beras global dengan kecepatan yang jauh lebih besar daripada Ukraina di pasar gandum saat invasi Rusia.

Beras adalah makanan pokok bagi lebih dari 3 miliar orang, dengan hampir 90 persen dari tanaman tersebut diproduksi di Asia, yang di mana pola curah El Nino biasanya membawa curah hujan yang lebih rendah. Harga-harga global sudah berada di level tertinggib dalam 11 tahun terakhir.

"Larangan ekspor yang tiba-tiba akan sangat menyakitkan bagi para pembeli, yang tidak dapat menggantikan pengiriman dari negara lain," tambah Rao.

Sementara Thailand dan Vietnam tidak memiliki persediaan yang cukup untuk menutupi kekurangan tersebut, para pembeli dari Afrika akan sangat terpengaruh oleh keputusan India ini, kata Rao.

Ia juga menambahkan bahwa banyak negara akan mendesak India untuk melanjutkan pengiriman seperti pembeli utama beras India lainnya termasuk Benin, Senegal, Pantai Gading, Togo, Guinea, Bangladesh dan Nepal.

Larangan ini akan berlaku mulai 20 Juli, tetapi kapal-kapal yang sedang dalam proses pemuatan masih diperbolehkan untuk melakukan ekspor.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.