Akurat Logo

Tak Kunjung Akur, Tentara India-China Kembali Berperang di Perbatasan

Bani Maryanto | 13 Desember 2022, 15:36 WIB
Tak Kunjung Akur, Tentara India-China Kembali Berperang di Perbatasan

AKURAT.CO Tentara India dan China lagi-lagi terlibat bentrokan di daerah yang disengketakan di sepanjang perbatasan dengan keduanya sama-sama menderita kerugian.

Dalam insiden terbaru, sejumlah pasukan dari kedua belah pihak dilaporkan menderita cedera ringan, dengan peperangan pecah di Line of Actual Control (LAC) di negara bagian Arunachal Pradesh.

India mengonfirmasi bentrokan tersebut, yang terjadi pada minggu lalu, pada Jumat (9/12), di mana usai bentrokan dan sejumlah personel terluka, kedua pasukan segera dipisahkan, dan pergi dari lokasi.

Peperangan itu menjadi gejolak pertama di antara pasukan India-China dalam lebih dari setahun, di mana sebelumnya pertempuran kecil terjadi di Ladakh Timur.

Baik New Delhi dan Beijing, keduanya telah berusaha untuk meredakan ketegangan sejak bentrokan besar yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India pada Juni 2020. Konflik ini telah menjadi yang terburuk, di mana kedua pasukan pada saat itu saling serang di Lembah Galwan. Dalam peristiwa berdarah ini, China juga menderita banyak, dengan lebih dari 40 tentaranya tewas atau terluka. Insiden di Lembah Galwan lantas memicu serangkaian konfrontasi antara kedua negara, termasuk satu di Tepi Selatan Danau Pangong.

Hingga pada Senin, tentara India mengumuman bahwa bentrokan kembali terjadi, dan kali ini, meletus di sektor Tawang di Arunachal Pradesh, ujung timur India.

Media India NDTV mengungkap bahwa pada saat kejadian, pasukan China melintasi LAC, yang kemudian ditanggapi dengan 'tegas' oleh tentara India.

China belum mengomentari insiden itu. Namun, Reuters mengutip sumber tentara India, mengatakan bahwa setidaknya enam tentara India terluka.

"Kedua belah pihak segera pergi dari daerah itu," kata tentara India.

Ditambahkan bahwa komandan dari kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan segera setelah 'untuk memulihkan perdamaian dan ketenangan'.

Keterangan serupa disampaikan oleh Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh. Berbicara kepada parlemen pada Selasa, Singh mengatakan bahwa tidak ada tentara India yang mengalami luka parah dalam bentrokan tersebut dan bahwa insiden tersebut telah 'dibawa ke tingkat diplomatik'.

Dia menambahkan bahwa karena "intervensi tepat waktu dari komandan militer India, tentara PLA China kembali ke posisi mereka'.

China dan India berbagi perbatasan de facto sepanjang 3.440 km (2.100 mil) yang disengketakan, yang disebut LAC atau dalam jika diterjemahkan adalah Garis Kontrol Aktual. Bagaimanapun, LAC ini tidak dibatasi dengan baik. Kehadiran sungai, danau, dan tudung salju membuat garis tersebut dapat bergeser. Para prajurit di kedua sisi, yang mewakili dua tentara terbesar di dunia, telah berhadapan muka di banyak titik. Sektor Tawang menjadi salah satunya, di mana kedua pasukan bertemu dan kerap berselisih

Sumber-sumber pemerintah pun mengamini bahwa konfrontasi semacam itu terjadi sejak 2006 karena 'perbedaan persepsi' tentang perbatasan.

"Di area tertentu di sepanjang LAC di Sektor Tawang di Arunachal Pradesh terdapat area dengan persepsi yang berbeda, di mana kedua belah pihak berpatroli di area tersebut hingga garis klaim mereka. Ini telah menjadi tren sejak 2006. Pada 09 Desember 2022, pasukan China melakukan kontak dengan LAC di Sektor Tawang, yang kemudian dilawan oleh pasukan kita dengan tegas," ujar sumber tersebut.

Pertempuran itu, yang melibatkan tongkat, bukan senjata menjadi  konfrontasi fatal pertama antara kedua belah pihak di daerah tersebut selama 45 tahun.

Pertarungan lainnya pada Januari 2021 membuat pasukan di kedua sisi terluka. Itu terjadi di sepanjang perbatasan antara China dan negara bagian Sikkim India, yang terjepit di antara Bhutan dan Nepal.

Pada bulan September, kedua negara sepakat untuk melepaskan diri dari area yang disengketakan di sepanjang wilayah perbatasan Himalaya barat yang terpencil, dengan China-India kemudian memulai penarikan pasukan. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti