Bangunkan Perhatian Internasional, Angelina Jolie Bakal Kunjungi Pakistan yang Dihantam Banjir 'Super'
AKURAT.CO Angelina Jolie, aktris Hollywood sekaligus Utusan Khusus untuk UNHCR, akan mengunjungi Pakistan yang dilanda banjir 'super'.
Komite Penyelamatan Internasional (IRC) mengungkap agenda itu pada Senin (19/9), dengan harapan lawatan Jolie akan membantu menarik perhatian internasional terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Pakistan.
Banjir besar yang menerjang Pakistan dipicu oleh rekor hujan monsun dan gletser yang mencair di wilayah pegunungan utara negara itu. Bencana ini telah menenggelamkan sepertiga dari tanah Pakistan, merenggut lebih dari 1.500 nyawa, dan berdampak pada sekitar 33 juta warga. Air bah juga berhasil menghanyutkan rumah-rumah, jalan, rel kereta api, ternak hingga tanaman pokok.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa butuh waktu hingga enam bulan untuk air banjir surut, terutama untuk daerah-daerah yang paling parah terdampak. Kekhawatiran telah meningkat atas ancaman yang ditimbulkan oleh penyakit yang ditularkan melalui air, termasuk kolera dan demam berdarah.
Dalam perkembangannya pada Selasa (20/9), 318 orang telah tewas akibat penyakit menular karena banjir.
Banjir itu juga ikut menyebabkan 3,4 juta anak dalam kondisi mengkhawatirkan. Anak-anak itu membutuhkan 'dukungan segera yang menyelamatkan nyawa', kata UNICEF, menjelaskan bahwa kelompok itu rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui air.
Jolie sendiri nantinya akan mengunjungi operasi tanggapan IRC dan organisasi-organisasi lokal yang membantu warga terlantar.
"Ia akan berkunjung dan menyaksikan, mendapatkan pemahaman tentang situasi, dan untuk mendengar dari para korban yang terkena dampak secara langsung tentang kebutuhan mereka, dan tentang langkah-langkah untuk mencegah penderitaan seperti itu di masa depan," kata IRC dalam pernyataannya.
Belum segera jelas apakah Jolie telah tiba di Pakistan, atau berapa lama perjalanannya akan berlangsung.
Sementara Jolie diharapkan datang, Menteri Perubahan Iklim Sherry Rehman telah menggambarkan situasi di negaranya sebagai 'bencana kemanusiaan terburuk dalam dekade terakhir'. Pejabat Pakistan itu berulangkali menyerukan bantuan internasional yang mendesak dalam penyediaan makanan, tenda, dan obat-obatan.
Provinsi Sindh saat ini menjadi daerah yang paling terkena dampak penyakit menular, dengan ibu kota Karachi dihantam wabah demam berdarah (DBD). Setiap hari, ratusan hingga ribuan pasien melapor ke rumah sakit pemerintah dan swasta.
Kasus DBD tahun ini 50 persen lebih tinggi dari tahun lalu. Dan dengan 584.246 pengungsi di kamp-kamp di seluruh negeri, krisis kesehatan dapat memicu malapetaka jika tidak terkendali, kata Rehman pekan lalu.
Di tegah situasi runyam itu, Pakistan masih menghadapi prospek kekurangan pangan yang mengerikan, lantaran 70 persen tanaman pokok seperti beras dan jagung rusak akibat terjangan banjir.
Sejauh ini, total kerusakan ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari USD 30 miliar (Rp450,2 triliun) – tiga kali lipat dari perkiraan pemerintah sebelumnya.
Baik pemerintah Pakistan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kedua belah pihak sama-sama menyalahkan perubahan iklim global bencana ini. Perubahan iklim ini telah memperburuk cuaca yang kemudian menyebabkan 'musim hujan super ekstrem'.
"Jolie pun akan menyaksikan langsung bagaimana negara-negara seperti Pakistan harus membayar biaya terbesar untuk krisis yang tidak mereka sebabkan," kata IRC dalam pernyataannya.
"IRC berharap kunjungannya akan menjelaskan masalah ini dan mendorong komunitas internasional – terutama negara-negara yang paling banyak menyumbang emisi karbon – untuk bertindak dan memberikan dukungan mendesak kepada negara-negara yang menanggung beban krisis iklim," tambah IRC, seperti dilansir dari CNN.
Jolie sebelumnya juga mengunjungi Pakistan terkait dengan bencana alam, yakni pada tahun 2005 dan 2010.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini



