Picu Kemarahan PBB, Remaja 14 Tahun di Zimbabwe Meninggal saat Melahirkan di Gereja

AKURAT.CO Kasus remaja 14 tahun di Zimbabwe yang meninggal saat melahirkan di gereja berhasil memantik amarah dari publik, aktivis, hingga komunitas internasional seperti PBB.
Dalam pernyataannya, PBB mengaku prihatin dan mengutuk keras laporan kematian gadis tersebut. PBB juga menggarisbawahi peningkatan kasus kawin paksa terhadap gadis di bawah umur dan mendesak pemerintah Zimbabwe untuk mengakui pernikahan anak sebagai kejahatan.
"Sedihnya, laporan-laporan yang meresahkan tentang pelanggaran seksual terhadap gadis di bawah umur, termasuk pernikahan paksa anak, terus muncul dan ini adalah kasus menyedihkan lainnya.
"Tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan yang belum terselesaikan saat ini di Zimbabwe tidak boleh dilanjutkan dengan impunitas," kata PBB sambil menyatakan bahwa satu dari tiga anak perempuan di Zimbabwe kemungkinan besar akan menikah sebelum berusia 18 tahun.
Mengutip BBC hingga The Guardian, remaja itu diidentifikasi sebagai Memory Machaya dan berasal dari daerah pedesaan Marange di timur Zimbabwe. Media lokal melaporkan bahwa gadis itu meninggal pada 15 Juli 2021. Namun, kasusnya baru terungkap minggu lalu setelah kerabat yang marah dilarang oleh keamanan gereja Johanne Marange untuk menghadiri pemakamannya. Setelahnya, mereka mulai menceritakan kisah dan fakta seputar kasus Memory kepada pers milik negara.
Karena penuturan keluarga itulah, publik langsung meradang dan langsung menyoroti kasus eksploitasi anak yang marak di Zimbabwe. Terlebih sebelum meninggal, Memory diberitakan putus sekolah untuk menjalani kawin paksa.
Warga juga terus berbondong-bondong membubuhi tanda tangan mereka untuk petisi online yang menyerukan 'keadilan untuk Memori Machaya' Sejauh ini, petisi setidaknya telah mendulang lebih dari 5 ribu tanda tangan.
"Apa yang Anda lihat hari ini, yaitu seorang gadis muda yang dipaksa menikah, hamil, dan mati, bukanlah suatu penyimpangan?! Ini adalah bagian dari rangkaian yang sama. Perempuan-perempuan ini tidak dilihat sebagai manusia sepenuhnya, dengan hak individu, pilihan dan hak untuk mengontrol tubuh sendiri," cuit feminis dan aktivis hak asasi manusia dari Zimbabwe, Everjoice Win.
Kematian Memory juga akhirnya memberi sorotan pada praktik pernikahan anak di dalam gereja-gereja apostolik Zimbabwe. Diketahui, gereja-gereja ini telah mengizinkan poligami, menghindari rumah sakit, tetapi menarik jutaan pengikut dengan janji untuk menyembuhkan penyakit dan membebaskan orang dari kemiskinan.
Kasus Memory, termasuk penyebab pasti kematian kini tengah diselidiki oleh polisi dan pihak komisi gender Zimbabwe. Sementara keluarga menuturkan bahwa bayi Memory selamat dari kelahiran dan dalam kondisi baik.
Pemerintah Zimbabwe secara tradisional menutup mata terhadap pernikahan anak. Zimbabwe memiliki dua perangkat hukum pernikahan, yakni Undang-Undang (UU) Perkawinan dan UU Perkawinan Adat. Namun, dalam aturannya, tidak ada undang-undang yang memberikan batasan usia minimum untuk menikah. Sementara hukum adat memperbolehkan poligami.
Beberapa keluarga di sana percaya pernikahan anak dapat memberikan keuntungan finansial, termasuk kesempatan untuk membiayai sekolah. Kendati demikian, dalam praktiknya, gadis-gadis muda yang menikah dini itu akhirnya hamil dan ditahan di rumah untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.
Kini, parlemen Zimbabwe tengah menggodok dan memperdebatkan RUU baru untuk menyelaraskan UU pernikahan. Jika disahkan, maka Zimbabwe akan memiliki UU yang melarang pernikahan untuk siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun. Aturan juga diharapkan bisa menuntut siapa pun yang terlibat dalam pernikahan anak di bawah umur.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



