Akurat Logo

Sebut IQ Orang Kulit Hitam Lebih Rendah, Anak Buah Boris Johnson Panen Hujatan

Swara Setia | 17 Februari 2020, 20:46 WIB
Sebut IQ Orang Kulit Hitam Lebih Rendah, Anak Buah Boris Johnson Panen Hujatan

AKURAT.CO, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson didesak untuk memecat Andrew Sabisky, anak buah barunya di bawah Kepala Penasihat Khusus Dominic Cummings. Pasalnya, ia dianggap rasis lantaran menyebut orang kulit hitam bermental lebih rendah daripada kulit putih.

Dilansir dari Metro UK, pemuda 27 tahun ini dihujat warganet lantaran unggahannya di tahun 2014 ramai beredar lagi di media sosial. Ia menulis rata-rata IQ orang kulit hitam Amerika (perkiraan menurut data selama seabad) sekitar 85, sedangkan rata-rata IQ orang kulit putih mencapai 100.

"Jika didistribusikan secara normal, Anda akan melihat persentase IQ kulit hitam 75 atau lebih rendah dibandingkan kulit putih. Titik ini pun mendekati kategori keterbelakangan mental ringan yang bisa mengarah pada diagnosis yang lebih besar terkait 'Cacat Intelektual'," tulisnya.

Sabisky juga pernah dihujat saat menyebut kecaman terhadap mutilasi alat kelamin wanita cenderung terlihat seperti kepanikan moral. Tak hanya itu, ia menyarankan anak-anak diberi obat penguat mental. Alasannya, meski berbahaya, Sabisky menganggap paling-paling hanya satu anak yang mati per tahun. Lulusan Universitas Cambridge ini juga mendukung Eugenika, filosofi sosial untuk memperbaiki ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat.

Pada 2014, Sabisky menulis di laman Cummings untuk mendukung pelegalan kontrasepsi sejak awal pubertas.

"Kehamilan tidak diinginkan akan menciptakan kelas bawah yang permanen. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melegalkan kontrasepsi jangka panjang sejak pubertas," sebutnya.

Sabisky pernah menjadi pembicara di Konferensi Inteligensia London pada 2015 yang juga dihadiri pendukung supremasi kulit putih dan aktivis kanan. Ia juga menyebut olahraga wanita setara dengan Paralimpiade.

Komentar-komentar Sabisky pun dikabarkan menyebabkan kegemparan di kalangan para menteri. Bahkan, beredar kabar pemboikotan pertemuan yang dihadirinya. Sejumlah penasihat khusus mengaku pada media Buzzfeed kalau mereka dan sejumlah menteri kabinet tidak akan menanggapi email Sabisky. Mereka juga memberi tahu Boris Johnson untuk memecatnya.

"Mempekerjakan orang bodoh ini adalah penghinaan bagi mereka yang sudah bekerja sebelumnya," ungkap seorang mantan penasihat khusus yang tak mau disebutkan namanya.

Tak tanggung-tanggung, Partai Buruh juga disebut telah mendesak pemecatan Sabisky lantaran komentar-komentarnya membuat mereka tak bisa berkata-kata.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.