Sebut IQ Orang Kulit Hitam Lebih Rendah, Anak Buah Boris Johnson Panen Hujatan

AKURAT.CO, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson didesak untuk memecat Andrew Sabisky, anak buah barunya di bawah Kepala Penasihat Khusus Dominic Cummings. Pasalnya, ia dianggap rasis lantaran menyebut orang kulit hitam bermental lebih rendah daripada kulit putih.
Dilansir dari Metro UK, pemuda 27 tahun ini dihujat warganet lantaran unggahannya di tahun 2014 ramai beredar lagi di media sosial. Ia menulis rata-rata IQ orang kulit hitam Amerika (perkiraan menurut data selama seabad) sekitar 85, sedangkan rata-rata IQ orang kulit putih mencapai 100.
"Jika didistribusikan secara normal, Anda akan melihat persentase IQ kulit hitam 75 atau lebih rendah dibandingkan kulit putih. Titik ini pun mendekati kategori keterbelakangan mental ringan yang bisa mengarah pada diagnosis yang lebih besar terkait 'Cacat Intelektual'," tulisnya.
Sabisky juga pernah dihujat saat menyebut kecaman terhadap mutilasi alat kelamin wanita cenderung terlihat seperti kepanikan moral. Tak hanya itu, ia menyarankan anak-anak diberi obat penguat mental. Alasannya, meski berbahaya, Sabisky menganggap paling-paling hanya satu anak yang mati per tahun. Lulusan Universitas Cambridge ini juga mendukung Eugenika, filosofi sosial untuk memperbaiki ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat.
Pada 2014, Sabisky menulis di laman Cummings untuk mendukung pelegalan kontrasepsi sejak awal pubertas.
"Kehamilan tidak diinginkan akan menciptakan kelas bawah yang permanen. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melegalkan kontrasepsi jangka panjang sejak pubertas," sebutnya.
Sabisky pernah menjadi pembicara di Konferensi Inteligensia London pada 2015 yang juga dihadiri pendukung supremasi kulit putih dan aktivis kanan. Ia juga menyebut olahraga wanita setara dengan Paralimpiade.
Komentar-komentar Sabisky pun dikabarkan menyebabkan kegemparan di kalangan para menteri. Bahkan, beredar kabar pemboikotan pertemuan yang dihadirinya. Sejumlah penasihat khusus mengaku pada media Buzzfeed kalau mereka dan sejumlah menteri kabinet tidak akan menanggapi email Sabisky. Mereka juga memberi tahu Boris Johnson untuk memecatnya.
"Mempekerjakan orang bodoh ini adalah penghinaan bagi mereka yang sudah bekerja sebelumnya," ungkap seorang mantan penasihat khusus yang tak mau disebutkan namanya.
Tak tanggung-tanggung, Partai Buruh juga disebut telah mendesak pemecatan Sabisky lantaran komentar-komentarnya membuat mereka tak bisa berkata-kata.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa




