Ayatollah Ali Khamenei Sebut Trump Badut yang Pura-pura Mendukung Iran

AKURAT.CO, Setelah sekitar 8 tahun absen, Pemimpin Tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (80) akhirnya memimpin kembali salat Jumat di Teheran. Dalam momen langka ini, Khamenei angkat bicara terkait insiden penembakan pesawat Ukraina yang 'tidak sengaja' dilakukan pasukannya.
Di tengah-tengah gempuran kritikan dunia internasional, Khamenei pun memanfaatkan kesempatan itu untuk membela militer Iran hingga menyerukan persatuan nasional.
Tidak hanya itu, penguasa Iran ini bahkan sempat mengatakan bahwa musuh Iran telah menggunakan penembakan pesawat untuk menutupi pembunuhan Qasem Soleimani.
"Musuh-musuh (Amerika dan sekutu) kita senang dengan kecelakaan pesawat yang membuat kita sedih. (Mereka) senang telah menemukan cara untuk menginvestigasi Garda (Revolusi Iran) dan angkatan bersenjata," ucap Khamenei seperti dilansir oleh BBC pada Jumat (17/1).
Sementara, dilansir dari The Guardian pada Jumat (17/1), Khamenei juga terdengar menggambarkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai 'badut' yang hanya berpura-pura mendukung orang-orang Iran tetapi akan mendorong belati beracun ke punggung mereka.
Tidak hanya melancarkan berbagai kecaman kepada Washington, dalam khotbahnya, Khamenei juga sempat mengklaim bahwa "Inggris, Prancis, dan Jerman adalah negara yang tidak bisa dipercaya". Pasalnya, karena negara-negara ini, penandatangan perjanjian nuklir tahun 2015 hanya memicu mekanisme perselisihan formal hingga sanksi PBB.
"Saya katakan setelah penarikan AS (dari perjanjian nuklir), E3 (Inggris, Prancis, Jerman) hanya memberikan layanan bibir, dan berbohong. Saya bilang saya tidak percaya mereka. Sekarang Anda lihat mereka hanya pion AS. Mereka berusaha membuat Iran bertekuk lutut. AS, yang tuanmu (saja) gagal melakukannya, apalagi Anda (E3) yang kecil," ucap Khamenei di hadapan ribuan jemaahnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



