Akurat Logo

Paus Dorong Penghapusan Senjata Nuklir di Lokasi Bom Nagasaki

| 24 November 2019, 17:42 WIB
Paus Dorong Penghapusan Senjata Nuklir di Lokasi Bom Nagasaki

AKURAT.CO, Paus Fransiskus mendorong penghapusan senjata nuklir saat pidato di Nagasaki, satu dari hanya dua kota yang dibom nuklir dalam sejarah manusia.

Menurut Paus, memiliki senjata nuklir tak dapat dibenarkan dan tak bisa dipertahankan. Dia menegaskan kembali dukungannya pada traktat 2017 yang melarang senjata nuklir yang didukung hampir dua pertiga anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kesepakatan itu ditentang oleh para pemilik senjata nuklir karena dapat merusak kekuatan nuklir mereka.

“Kepemilikan senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya bukan jaminan untuk mencapai perdamaian,” tutur Paus setelah menutup mata saat berdoa dan menyalakan lilin.

Paus menambahkan, “Dunia kita ditandai oleh dikotomi yang mencoba mempertahankan dan menjamin stabilitas serta perdamaian melalui sikap keamanan salah dengan mempertahankan mental kekhawatiran dan ketidakpercayaan.”

“Perdamaian dan stabilitas internasional tidak sesuai dengan upaya untuk membangun kekhawatiran saling merusak atau ancaman total penghapusan,” ujar Paus.

Paus yang berbicara di Taman Hiposenter Bom Atom Nagasaki juga mengecam tindakan yang dapat menghapus pakta non-proliferasi nuklir. Lokasi di Nagasaki itu menjadi tempat bom nuklir buatan Amerika Serikat (AS) dijatuhkan pda 9 Agustus 1945 yang menewaskan 27.000 orang.

Nagasaki merupakan kota kedua yang terkena bom nuklir pada Perang Dunia II. Kemudian Paus juga mengunjungi Hiroshima, lokasi ledakan pertama yang menewaskan sekitar 78.000 orang.

Sekitar 400.000 orang tewas dan terluka akibat radiasi nuklir dari bom yang dijatuhkan AS tersebut.

“Di sini, di kota ini, yang menyaksikan bencana kemanusiaan dan konsekuensi lingkungan akibat serangan nuklir, kita berupaya berbicara menentang perlombaan senjata yang tidak akan pernah cukup,” kata Paus.

Sumber daya yang dihabiskan untuk perlombaan senjata seharusnya digunakan untuk pembangunan dan perlindungan lingkungan. “Di dunia tempat jutaan orang dan keluarga hidup dalam kondisi memprihatinkan, uang yang dikucurkan dan keuntungan yang dihasilkan dari pembuatan, perbaikan dan perawatan serta penjualan senjata perusak massal, menciptakan tangisan bagi surga,” ujar Paus. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.