Akurat Logo

Masjid yang Diserang Militan Sinai Biasa Digunakan Pengikut Tasawuf

Khaerul S | 25 November 2017, 08:10 WIB
Masjid yang Diserang Militan Sinai Biasa Digunakan Pengikut Tasawuf

AKURAT.CO, Serangan brutal militan di masjid al-Rawda di Bir al-Abed, Sinai Utara, Mesir, menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai 100 orang lainnya. Lantas mengapa para militan menyerang masjid itu?

Warga lokal menjelaskan, masjid itu biasa digunakan para pengikut tasawuf atau sufisme Islam. Beberapa kelompok militan, termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menganggap tasawuf sebagai bid'ah. Karena itulah ISIS atau kelompok militan lain sering menyerang para pengikut tasawuf tersebut.

Ini merupakan salah satu serangan paling mematikan oleh militan di Mesir. Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi segera menggelar rapat dengan para pejabat keamanan untuk memutuskan cara merespon serangan tersebut.

Menurut kepolisian lokal, pelaku tiba menggunakan kendaraan off road dan melemparkan bom ke masjid sebelum melepas tembakan ke jamaah yang berupaya keluar menyelamatkan diri dari masjid. “Para pelaku serangan itu juga membakar mobil-mobil yang diparkir di sekitar masjid untuk memblokir akses menuju masjid,” ungkap laporan BBC, Jumat (24/11).

Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan darah berceceran di dalam masjid. Serangan itu sangat mengejutkan dan brutal sehingga jumlah korban jiwa dan terluka sangat banyak.

“Mereka menembaki orang saat jamaah meninggalkan masjid. Mereka menembaki ambulans juga,” ungkap seorang warga lokal yang memiliki kerabat yang menjadi korban dalam serangan tersebut pada kantor berita Reuters.

Hingga saat ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Militan telah lama beroperasi di Sinai Utara selama beberapa tahun terakhir. Biasanya mereka menargetkan serangan pada pasukan keamanan. Ini merupakan pertama kali mereka menargetkan jamaah yang sedang salat di dalam masjid.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A