Panik Ketahuan, Israel Tangkap Jenderalnya Sendiri Setelah Video Penyiksaan Palestina Bocor

AKURAT.CO Israel kembali jadi sorotan dunia internasional setelah menangkap salah satu jenderalnya sendiri, Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi. Ia ditahan karena diduga membocorkan video penyiksaan brutal terhadap tahanan Palestina oleh tentara Israel Defense Forces (IDF).
Menurut laporan media lokal Kan, Tomer-Yerushalmi menghadapi tuduhan berat: penipuan, pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan, menghalangi keadilan, hingga pengungkapan informasi rahasia negara.
Penangkapan dilakukan pada Senin (3/11/2025) malam, sesaat setelah ia secara terbuka mengaku sebagai pihak yang membocorkan rekaman penyiksaan itu.
“Mengingat kejadian tadi malam, dinas penjara akan bertindak dengan kewaspadaan ekstra untuk memastikan keselamatan tahanan di pusat penahanan tempat ia ditahan,” ujar Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Israel Serahkan 30 Jenazah Tahanan Palestina ke Gaza sebagai Bagian dari Gencatan Senjata
Video yang dibocorkan Tomer-Yerushalmi memperlihatkan penyiksaan terhadap warga Palestina di penjara militer Sde Teiman, salah satu fasilitas yang dikenal kejam. Dalam video tersebut, sejumlah prajurit IDF terlihat melakukan kekerasan ekstrem, termasuk pemerkosaan anal terhadap seorang tahanan Gaza. Korban mengalami luka parah—tulang rusuk patah, paru-paru bocor, dan kerusakan rektum—dan harus dirawat di rumah sakit.
Kasus ini sebenarnya berawal dari penyelidikan internal yang dipimpin Tomer-Yerushalmi sendiri pada 2024, setelah sebelas prajurit IDF ditangkap dan diinterogasi atas tuduhan penyiksaan.
Namun, keberaniannya membuka fakta di balik tembok militer justru berbalik menjadi bumerang. Pemerintah, politisi sayap kanan, dan kelompok konservatif menuduhnya “merusak reputasi global Israel.”
Setelah penyelidikan dimulai, ribuan simpatisan sayap kanan berunjuk rasa di luar penjara Sde Teiman, menuntut agar kasus dihentikan. Tekanan semakin keras, hingga Tomer-Yerushalmi dikabarkan menerima ancaman pembunuhan.
Media Haaretz menyebut, akibat ancaman itu, ia sempat menolak menangani kasus-kasus dugaan kejahatan perang lain yang dilakukan oleh militer Israel.
Pada Jumat (31/10/2025), Tomer-Yerushalmi memutuskan mundur dari penyelidikan. Dua hari kemudian, ia dilaporkan hilang oleh pasangannya dan sempat diduga bunuh diri. Namun ia kemudian ditemukan hidup, hanya untuk akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Gaza Kembali Dihantam Serangan Udara, Hamas Bantah Tuduhan Israel Langgar Gencatan Senjata
Kasus ini memperlihatkan wajah lain dari sistem hukum dan militer Israel—yang lebih sibuk membungkam pembocor kebenaran ketimbang menindak pelaku kejahatan perang. Alih-alih memberi penghargaan atas keberaniannya mengungkap pelanggaran HAM, Israel justru mengkriminalisasi jenderalnya sendiri.
Sementara itu, dunia internasional menyoroti langkah Israel ini sebagai upaya menutup-nutupi kejahatan perang di Gaza. Organisasi HAM internasional menilai tindakan tersebut menegaskan bahwa kebebasan berbicara dan transparansi di Israel hanya berlaku selama tidak menyentuh dosa perang militernya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








