Rusia Isyaratkan Gencatan Senjata dengan Ukraina: Bola Panas di Tangan Zelenskyy

AKURAT.CO Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, menyatakan, peluang perundingan gencatan senjata antara Moskow dan Kiev bisa terbuka dalam waktu dekat.
Perundingan gencatan senjata bakal terjadi asalkan Ukraina bersedia membahas akar persoalan yang memicu konflik.
"Segalanya kini bergantung pada keputusan Presiden Zelenskyy. Apakah ia siap mengambil langkah serius untuk menangani isu-isu mendasar yang menyebabkan krisis ini," ujar Polyanskiy, Kamis (1/5/2025).
Menurutnya, Moskow sejak lama menunjukkan komitmen terhadap solusi diplomatik, termasuk melalui berbagai upaya di Dewan Keamanan PBB.
Polyanskiy mengungkapkan bahwa pada 2021, Rusia bahkan sempat mengajukan proposal perjanjian keamanan kepada Amerika Serikat dan NATO.
Namun, menurut dia, inisiatif tersebut tidak mendapat respons positif dari pihak Barat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan diplomatik tetap menjadi jalur utama yang diinginkan Moskow dalam menyelesaikan konflik.
Baca Juga: Menpora Singgung Soal Komunikasi PSSI dan Djenna De Jong yang Batal Bela Timnas Indonesia
"Kami tetap percaya bahwa solusi damai bisa dicapai, jika ada kesediaan nyata dari pihak Ukraina untuk mengatasi masalah fundamental yang selama ini diabaikan," tegas Polyanskiy.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global terhadap kedua belah pihak untuk menghentikan eskalasi militer yang telah berkepanjangan.
Latar Belakang Konflik Rusia-Ukraina
Konflik Rusia-Ukraina berakar dari hubungan yang tegang sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991, ketika Ukraina memproklamasikan kemerdekaannya. Ketegangan semakin meningkat pada 2014, setelah:
- Revolusi Maidan: Gelombang protes besar di Ukraina yang menggulingkan Presiden pro-Rusia, Viktor Yanukovych. Ini dipandang Moskow sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan.
- Aneksasi Krimea: Tak lama setelah Revolusi Maidan, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina melalui referendum yang tidak diakui secara internasional. Langkah ini memicu sanksi besar-besaran dari Barat terhadap Rusia.
- Perang di Donbas: Konflik bersenjata meletus di wilayah Donetsk dan Luhansk (Donbas), Ukraina timur, antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia, yang didukung Moskow.
Meski ada beberapa perjanjian damai seperti Protokol Minsk (2014-2015), bentrokan tetap berlanjut.
Puncaknya terjadi pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, dengan dalih "melindungi" wilayah berpenduduk etnis Rusia dan "demiliterisasi serta denazifikasi" Ukraina.
Namun, secara luas, dunia internasional mengecam invasi ini sebagai agresi tanpa dasar.
Sejak saat itu, perang terus berkecamuk, menyebabkan:
- Krisis kemanusiaan besar, jutaan orang mengungsi
- Sanksi ekonomi besar terhadap Rusia
- Ketegangan geopolitik global, termasuk keterlibatan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan NATO yang memberikan dukungan politik, militer, dan ekonomi kepada Ukraina.
Sampai 2025 ini, perang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, meski beberapa inisiatif diplomatik terus diupayakan.
Rusia menuntut Ukraina untuk tidak bergabung dengan NATO, mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia, dan memberikan otonomi lebih besar kepada wilayah Donbas—syarat yang sejauh ini ditolak oleh Kiev.
Baca Juga: Apa Itu Aksara Murda? Yuk Simak Pengertian dan Contoh Penulisannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








