Akurat

Paus Fransiskus Kritis, Vatikan Bersiap Hadapi Transisi Kepemimpinan

Arief Rachman | 23 Februari 2025, 19:36 WIB
Paus Fransiskus Kritis, Vatikan Bersiap Hadapi Transisi Kepemimpinan

AKURAT.CO Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Fransiskus kritis setelah mengalami gangguan pernapasan yang serius di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Pemimpin Gereja Katolik berusia 88 tahun itu telah dirawat selama lebih dari sepekan akibat infeksi paru-paru dan pneumonia, serta menerima transfusi darah karena kadar trombositnya menurun akibat anemia.

Sejumlah laporan dari media Italia dan Swiss menyebutkan bahwa Vatikan mulai mempersiapkan prosedur transisi kepemimpinan, mengingat kondisi Paus Fransiskus sakit terus memburuk.

Salah satu proses yang tengah diperhitungkan adalah sede vacante, yakni masa kekosongan kepemimpinan di Vatikan setelah wafatnya seorang paus.

Apa Itu Sede Vacante?

Sede vacante—berasal dari bahasa Latin yang berarti "takhta kosong"—adalah periode transisi setelah seorang paus meninggal dunia.

Baca Juga: Paus Fransiskus Kritis akibat Pneumonia, Begini Kondisi Terbarunya!

Dalam masa ini, Gereja Katolik memasuki fase berkabung sekaligus persiapan pemilihan paus baru.

Jika Paus Fransiskus wafat, tugas pertama akan dilakukan oleh Kardinal Camerlengo, yaitu pejabat tinggi Vatikan yang bertanggung jawab mengelola transisi kepemimpinan.

Ia akan secara resmi mengonfirmasi kematian paus dan menjalankan prosedur administratif di Vatikan.

Dahulu, kematian paus dikonfirmasi dengan mengetuk kepala paus menggunakan palu perak dan memanggil namanya tiga kali. Namun, tradisi ini kini telah ditinggalkan.

Tahapan Setelah Wafatnya Seorang Paus

Jika Paus Fransiskus kritis tidak menunjukkan perbaikan dan akhirnya wafat, Gereja Katolik akan menjalankan sejumlah tradisi penting, antara lain:

- Cincin Nelayan, simbol kepausan, akan dihancurkan untuk mencegah pemalsuan dokumen resmi
- Apartemen pribadi paus akan disegel
- Gereja Katolik akan memasuki masa berkabung selama sembilan hari (novendiales)
- Jenazah paus akan disemayamkan di Basilika Santo Petrus agar umat Katolik dapat memberikan penghormatan terakhir
- Pemakaman paus biasanya dilakukan di Basilika Santo Petrus, namun Paus Fransiskus dikabarkan lebih memilih Basilika Santa Maria Maggiore untuk prosesi pemakamannya

Baca Juga: Paus Fransiskus dalam Kondisi Kritis, Vatikan: Beliau Belum Lolos dari Bahaya

Siapa yang Memimpin Gereja Selama Sede Vacante?

Dalam periode sede vacante, Kolegi Kardinal mengambil alih administrasi Vatikan, meski dengan kewenangan terbatas.

Beberapa pejabat utama yang masih menjalankan tugasnya meliputi:

- Kardinal Camerlengo, yang bertanggung jawab atas keuangan dan urusan administrasi sementara
- Mayor Penitentiary, yang tetap menjalankan tugas terkait pengampunan dosa dan dispensasi gerejawi
- Kepala Kuria Roma akan menghentikan tugasnya hingga paus baru terpilih

Sementara itu, Kolegi Kardinal juga akan mengadakan General Congregations, yaitu serangkaian pertemuan untuk membahas persiapan pemilihan paus baru dan urusan administratif mendesak lainnya.

Konklaf: Proses Pemilihan Paus Baru

Dalam waktu 15 hingga 20 hari setelah wafatnya seorang paus, konklaf akan digelar untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik. Beberapa aturan dalam konklaf meliputi:

Baca Juga: Kondisi Paus Fransiskus Kritis, Diberi Oksigen Tambahan dan Transfusi Darah

- Hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun yang berhak memilih, dengan jumlah maksimal 120 pemilih
- Para kardinal akan dikarantina di Kapel Sistina selama konklaf berlangsung untuk mencegah campur tangan eksternal
- Pemungutan suara dilakukan hingga seorang kandidat mendapatkan dua pertiga suara 
- Setelah setiap sesi pemungutan suara, kertas suara dibakar. Jika asap hitam (fumata nera) keluar dari cerobong Kapel Sistina, itu berarti belum ada paus terpilih. Sementara asap putih (fumata bianca) menandakan paus baru telah dipilih

Pengumuman Paus Baru

Setelah seorang paus baru dipilih:

1. Ia akan memilih nama kepausannya
2. Kardinal protodiakon akan mengumumkan dari balkon Basilika Santo Petrus dengan seruan: "Habemus Papam!" (Kami memiliki Paus!)
3. Paus baru akan memberikan berkat pertamanya kepada dunia, yang dikenal sebagai "Urbi et Orbi"

Meski proses ini masih merupakan skenario yang belum terjadi, Paus Fransiskus sakit menjadi perhatian utama Vatikan dan umat Katolik di seluruh dunia.

Semua mata kini tertuju pada perkembangan kesehatannya dan langkah yang akan diambil oleh Tahta Suci jika kondisinya semakin memburuk.

Baca Juga: Megawati Bertemu Paus Fransiskus, Bahas Misi Kemanusiaan Global

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.