5 Fakta Menarik tentang Pemilu 2024 di Amerika Serikat

AKURAT.CO Pada 5 November 2024, warga Amerika Serikat dari 50 negara bagian akan memilih presiden, wakil presiden, serta anggota Kongres.
Selain hadir di tempat pemungutan suara, beberapa ribu warga memberikan suara melalui surat.
Dikutip dari Antara, Senin (4/11/2024), berikut adalah lima sorotan dari pemilu 2024:
1. Pertarungan Utama Kandidat Terbesar
Wakil Presiden Kamala Harris (60), menjadi calon utama Partai Demokrat setelah Presiden Joe Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri kembali.
Sebagai wanita kulit berwarna, Harris berpotensi mencetak sejarah jika memenangkan kursi presiden.
Baca Juga: Kasus Suap untuk Vonis Bebas: Peran Keluarga Tannur dalam Kontroversi Hukum
Sementara itu, Donald Trump (78) dari Partai Republik mencalonkan diri untuk ketiga kalinya, setelah kalah dari Biden pada pemilu sebelumnya.
Trump adalah satu-satunya presiden AS yang pernah dimakzulkan dua kali.
2. Kandidat Tambahan yang Berbeda Visi
Pemilu ini juga diramaikan kandidat dari partai-partai minoritas dan independen.
Chase Oliver (39) dari Partai Libertarian menawarkan kebijakan berbasis kebebasan dan pemerintahan minimalis.
Jill Stein (74), dokter yang pernah maju bersama Partai Hijau di 2016, kembali mencalonkan diri.
Selain itu, aktivis dan akademisi Cornel West (71) mencalonkan diri sebagai kandidat independen, menarik pemilih progresif yang condong pada Demokrat.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur: 10.295 Jiwa Terpaksa Mengungsi
3. Negara Bagian Penentu Pertarungan
Tujuh negara bagian krusial yang menentukan hasil pemilu adalah Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, North Carolina, Georgia, Arizona, dan Nevada.
Negara-negara ini, dengan dinamika politik yang tak dapat diprediksi, memiliki kekuatan untuk mengubah jalannya pemilu.
4. Pemilih Baru dengan Potensi Pengaruh Besar
Pemilih baru yang terdaftar sejak pemilu 2020 diperkirakan dapat mengubah peta politik.
Di Pennsylvania, pemilih wanita baru condong memilih Demokrat dua kali lebih banyak daripada Republik.
Baca Juga: Tiga Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Jawa Tengah
Di Arizona, pemilih pria baru lebih memilih kandidat Republik, yang berpotensi mendukung Trump.
5. Dukungan Selebritas yang Menggiring Opini Publik
Dukungan selebritas sering kali memberikan pengaruh besar dalam kampanye pemilu, terutama ketika hasil survei ketat.
Sejumlah besar selebritas mendukung Harris, seperti Taylor Swift, LeBron James, George Clooney, Julia Roberts, dan Oprah.
Di sisi lain, Trump mendapat dukungan dari tokoh publik seperti Elon Musk, Kid Rock, Hulk Hogan, dan Zachary Levi.
Pemilu kali ini bukan hanya kompetisi politik, tetapi juga mencerminkan perbedaan mendalam antara dua kubu besar dalam masyarakat Amerika, dengan berbagai pihak dari dunia hiburan hingga politikus independen turut ambil bagian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








