AKURAT.CO Pejuang Hizbullah menyatakan siap menghadapi invasi darat Israel ke wilayah Lebanon.
Wakil pemimpin kelompok itu Naim Qassem menyampaikannya dalam pidato publik pertamanya sejak Israel membunuh pemimpinnya Hassan Nasrallah minggu lalu.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan mencapai tujuannya di Lebanon.
"Kami akan menghadapi kemungkinan apapun dan kami siap jika Israel memutuskan untuk masuk melalui darat dan pasukan perlawanan siap untuk pertempuran darat," katanya dalam pidato dari lokasi yang dirahasiakan pada Senin (30/9/2024), seperti dilansir The New Arab.
Qassem berbicara saat serangan udara Israel terhadap target di Beirut dan tempat-tempat lain di Lebanon terus berlanjut.
Serangan terbaru memperpanjang gelombang konflik selama dua minggu yang telah menewaskan, tak hanya beberapa komandan Hizbullah, tetapi juga sekitar 1.000 warga sipil.
Baca Juga: Ada Tulang Manusia di Pinggir Tol Serpong Tangsel, Polisi Periksa Dua Saksi
Serangan Israel ke Lebanon juga memaksa satu juta orang meninggalkan rumah mereka.
Kerugian itu merupakan yang terbesar bagi Hizbullah sejak Garda Revolusi Iran membentuk kelompok itu di tahun 1982 untuk melawan invasi Israel ke Lebanon.
Nasrallah telah membangunnya menjadi kekuatan militer dan politik Lebanon yang paling kuat, dengan pengaruh luas di Timur Tengah.
Lebanon kini menghadapi tantangan untuk mengganti seorang pemimpin besar yang merupakan pahlawan bagi para pendukungnya.
Nasrallah dikenal karena kuatnya dalam menentang Israel, meski negara-negara Barat menudingnya sebagai dalang teroris.
"Kami akan memilih sekretaris jenderal untuk partai tersebut pada kesempatan paling awal. Dan kami akan mengisi kepemimpinan dan posisi secara permanen," kata Qassem.
Baca Juga: Anniversary, Lavalen Luncurkan Dua Treatment Baru, Inovatif untuk Kecantikan
Hingga saat ini, para pejuang Hizbullah terus menembakkan roket sejauh 150 kilometer ke wilayah Israel dan siap menghadapi adanya serangan darat dari tentara Zionis.
"Apa yang kami lakukan adalah hal yang paling minimum. Kami tahu bahwa pertempuran itu mungkin akan berlangsung lama," ujar Qassem.
"Kami akan menang, seperti yang kami menangkan dalam pembebasan tahun 2006 dalam menghadapi musuh Israel," jelasnya menambahkan.
Sebelumnya, Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, mengatakan bahwa pemerintahnya siap sepenuhnya menerapkan Resolusi PBB yang bertujuan mengakhiri keberadaan bersenjata Hizbullah di selatan Sungai Litani, sebagai bagian dari perjanjian untuk menghentikan perang dengan Israel.
Mikati menuturkan, tentara Lebanon dapat dikerahkan ke selatan sungai, yang terletak sekitar 30 kilometer dari perbatasan selatan negara itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







