Israel Bombardir Serangan Udara ke Rafah Hingga Berjatuhan Korban Jiwa

AKURAT.CO Israel telah membombardir wilayah Rafah di Jalur Gaza, Palestina untuk membebaskan dua warga Israel yang disandera oleh Hamas pada Senin (12/02/2024) dini hari. Akibat serangan ini korban jiwa banyak berjatuhan.
Israel sendiri membombardir wilayah Rafah dengan meluncurkan serangan udara secara besar-besaran. Jurnalis dan saksi AFP mendokumentasikan rangkaian serangan serta menyaksikan asap yang menjulang di atas kota yang dipenuhi oleh pengungsi tersebut.
Serangan udara yang dilakukan oleh Israel itu telah menghancurkan 14 rumah serta tiga masjid di berbagai wilayah Rafah. Setidaknya sebanyak 100 orang tewas akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Update Terkini, Israel Alihkan Fokus Serangan Gaza ke Rafah di Tengah Perundingan Perdamaian
Terdapat kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas mungkin akan terus meningkat karena PRCS menyatakan bahwa masih ada sejumlah orang yang terperangkap di bawah reruntuhan dan masih banyak pesawat tempur yang terlihat di langit Rafah.
Rafah sendiri merupakan pusat populasi terakhir di Gaza yang belum diinvasi oleh pasukan Israel. Dengan begitu, sekitar 1,4 juta warga Palestina berada di penampungan Rafah. Sebagian besar dari mereka tinggal dalam kondisi yang sulit bahkan saat ini menghadapi kelangkaan makanan, air, dan obat-obatan.
"Rafah sudah menampung hampir separuh penduduk Gaza. Sejak awal perang di Gaza, orang-orang telah mengungsi ke Rafah mengikuti perintah evakuasi Israel. Keluarga sudah mengungsi hingga 10 kali," ujarnya kepada Al Jazeera yang dikutip pada Selasa (13/2/2024).
Tujuan Serangan ke Rafah
Pasukan Israel mengklaim bahwa serangan udara ke wilayah Rafah dilakukan karena ingin menyelamatkan dua sandera yang telah diculik oleh pasukan Hamas.
Kedua orang tersebut diculik Hamas pada 7 Oktober tahun lalu dari Kibbutz Nir Yitzhak.
Juru bicara militer Israel, Danial Hagari, memberitahu wartawan bahwa 'operasi rahasia' untuk menyelamatkan para sandera dimulai pada Senin pukul 01.49 waktu setempat yang ditargetkan di daerah Shabura di Rafah, kemudian serangan udara tersebut diluncurkan satu menit kemudian.
Israel Minta Percepatan Evakuasi ke PBB
Israel terus mendesak PBB agar segera melakukan evakuasi terhadap seluruh warga sipil di zona perang yang terjadi saat ini. Hal ini karena Israel ingin melakukan penyisiran darat di wilayah Rafah yang saat ini dihuni oleh pengungsi Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Eylon Levy menyatakan bahwa PPB harus bisa bekerja sama dan mencari solusi atas tindakan tersebut.
"Kami mengajak badan-badan PBB untuk bekerja sama dengan kami. Tolong jangan mengatakan bahwa itu tidak mungkin dilakukan. Mari bersama-sama mencari solusi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia








