Akurat

PM Israel: Hamas Harus Dihancurkan Demi Perdamaian

Sulthony Hasanuddin | 26 Desember 2023, 15:34 WIB
PM Israel: Hamas Harus Dihancurkan Demi Perdamaian

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersumpah untuk terus bertempur di Gaza hingga Hamas dihancurkan yang berarti menentang seruan global untuk gencatan senjata.

Netanyahu, yang mengunjungi pasukan Israel di Gaza utara pada hari Senin (25/12/2023), mengatakan kepada para anggota parlemen dari Partai Likud bahwa perang masih jauh dari selesai dan menepis apa yang dia katakan sebagai spekulasi media bahwa pemerintahnya mungkin akan menghentikan pertempuran.

Ia mengatakan bahwa Israel tidak akan berhasil membebaskan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas tanpa menggunakan tekanan militer.

"Kami tidak akan berhenti. Perang akan terus berlanjut sampai akhir, sampai kita menyelesaikannya, tidak kurang," kata Netanyahu, dikutip Selasa (26/12/2023).

Dalam sebuah opini di Wall Street Journal pada hari Senin, Netanyahu menegaskan kembali tiga prasyarat untuk perdamaian yakni; Hamas harus dihancurkan, Gaza harus didemiliterisasi, dan masyarakat Palestina harus dideradikalisasi.

Sebagai pembalasan terhadap Hamas atas serangan lintas batas yang mematikan pada 7 Oktober lalu.

Israel mendapat tekanan dari sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, untuk mengalihkan operasi di Gaza ke tahap yang lebih rendah intensitasnya dan mengurangi kematian warga sipil.

Baca Juga: Mohamed Salah: Dengan Perang Brutal di Gaza, Kita Menjalani Natal dengan Hati yang Berat

Hampir 20.700 warga Gaza telah terbunuh, termasuk 250 orang dalam 24 jam terakhir, menurut pihak berwenang di Gaza yang dikuasai Hamas.

Pasukan AS telah mendapat serangan dari militan yang didukung Iran di Irak dan Suriah atas dukunganny terhadap Israel dalam perang melawan Hamas di Jalur Gaza.

Dalam bentrokan terbaru, militer AS melakukan serangan udara pembalasan di Irak setelah serangan pesawat tak berawak oleh militan yang bersekutu dengan Iran terhadap sebuah pangkalan AS di Erbil menyebabkan satu anggota militer AS berada dalam kondisi kritis dan melukai dua personil AS lainnya.

Serangan udara tersebut menewaskan sejumlah militan Hizbullah Kataib dan menghancurkan beberapa fasilitas yang digunakan oleh kelompok tersebut.

Hizbullah memiliki hubungan yang erat dengan Hamas dan Jihad Islam, faksi Palestina lainnya yang didukung oleh Iran.

"Serangan-serangan ini dimaksudkan untuk meminta pertanggungjawaban dari elemen-elemen yang secara langsung bertanggung jawab atas serangan-serangan terhadap pasukan koalisi di Irak dan Suriah dan menurunkan kemampuan mereka untuk melanjutkan serangan. Kami akan selalu melindungi pasukan kami," kata Jenderal Michael Erik Kurilla, kepala Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan.

Militer AS telah diserang setidaknya 100 kali di Irak dan Suriah sejak perang Israel-Hamas dimulai pada bulan Oktober, biasanya dengan menggunakan roket dan pesawat tak berawak.

Selama berminggu-minggu AS telah menekan Israel untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut guna meminimalkan bahaya bagi warga sipil.

AS bahkan menetapkan daerah-daerah yang aman dan membuka jalur-jalur kemanusiaan bagi orang-orang yang ingin melarikan diri.

Namun, jumlah korban tewas terus meningkat dan operasi Israel semakin intensif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.