Akurat Logo

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Dinilai Tidak Layak Hingga Dikritik Media Israel Dan Warganya Sendiri

Rahma Maulidia | 2 November 2023, 21:00 WIB
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Dinilai Tidak Layak Hingga Dikritik Media Israel Dan Warganya Sendiri

AKURAT.CO Sejak terjadi perang antara Israel dan Hamas Palestina, nama Benjamin Netanyahu menjadi sorotan masyarakat di seluruh dunia. Ia merupakan pemimpin terlama negara Israel yang dinilai tidak layak hingga dikritik oleh media Israel.

Menurut beberapa sumber, Kamis (2/11/2023), sejumlah media Israel dalam editorialnya mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 

Benjamin Netanyahu dinilai telah gagal melindungi negaranya usai serangan pertama Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023.

Dahulu, Benjamin Netanyahu merupakan seorang pemburu keamanan di unit pasukan khusus elit yang berjasa karena berani menyelamatkan para sandera Israel.

Baca Juga: 5 Kontroversi Benjamin Netanyahu Selama Menjabat Sebagai Perdana Menteri Israel, Nomor 3 Bikin Kaget!

Namun, reputasinya kini hancur usai infiltrasi Hamas yang menangkap sekitar 200 warga Israel. Selain itu, serangan tersebut telah menewaskan 1.400 orang sehingga disebut sebagai tragedi yang mematikan dalam sejarah Israel.

Selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, Benjamin Netanyahu juga memimpin salah satu koalisi sayap kanan paling ekstrem di Israel.

Ia mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak terutama warganya sejak serangan pertama Hamas.

Meski begitu, Benjamin Netanyahu diketahui tetap menolak untuk mengakui bahwa dirinya yang harus bertanggung jawab.

Dalam sebuah konferensi pers, Benjamin Netanyahu juga menolak pertanyaan yang menyebutkan dirinya akan mundur atau tidak dari masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Israel.

Baca Juga: 80 Ribu Demonstran Israel Tolak Rencana Benjamin Netanyahu Merombak Peradilan

Aksi Protes Warga Israel

Reputasi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mulai hancur usai sebagian warga Israel menyalahkannya atas tragedi yang terjadi. 

Bahkan warga Israel menyebut bahwa mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz lebih cocok jika dibandingkan dengan Netanyahu.

Hal ini telah disetujui oleh 48 persen responden, sedangkan 28 persen lainnya memilih Netanyahu.

Media Israel Kritik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Dalam editorial surat kabar harian Israel Hayom mengungkapkan bahwa Benjamin Netanyahu akan mundur.

“Netanyahu akan mundur. Sama seperti pejabat tinggi militer, intelijen dan GGS (badan intelijen). Karena mereka gagal."

Di sisi lain, seorang editorial dari Yedioth Ahronoth mengkiritik Benjamin Netanyahu yang dinilai tidak layak menjabat sebagai perdana menteri.

Ia juga menambahkan Netanyahu harus mengundurkan diri secepatnya setelah serangan pertama Hamas ke wilayah Israel. 

Reputasi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Sekarang

Reputasi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu semakin ternodai usai rencananya untuk mengekang kekuasaan Mahkamah Agung.

Tindakannya ini menyebabkan ratusan ribu warga Israel protes turun ke jalan selama berbulan-bulan.

Meski begitu, konsekuensi politik mengalami penundaan karena tentara Israel tengah melancarkan aksi serangan udara dan darat ke wilayah Gaza.

Semua tergantung dengan hasil operasi tersebut karena Benjamin Netanyahu menyatakan salah satu tujuannya adalah untuk menghancurkan Hamas.

Baca Juga: Joe Biden Selamati PM Terpilih Benjamin Netanyahu, Ini Janji Kerja Sama AS-Israel

Mantan Duta Besar Israel dan anggota Partai Likud, Danny Danon meyakini kemungkinan yang akan terjadi apabila Netanyahu tidak mewujudkan tujuannya itu.

"Jika pemerintah tidak mewujudkan apa yang dijanjikannya yaitu pemberatasan Hamas, saya takin hal itu tidak akan diterima oleh masyarakat maupun sistem politik," ujarnya.

Sementara itu, kondisi perekonomian Israel pun diketahui semakin mundur di berbagai sektor bisnis seperti jasa makanan. Hal ini karena banyak yang mengalami penurunan secara dratis.

Unggahan X Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu dikenal sebagai sosok yang percaya diri dan berjiwa tenang. Namun, ia menjadi tidak menentu setelah perang antara Israel dan Hamas.

Bahkan, Benjamin Netanyahu sempat mengunggah sebuah cuitan di platform X yang berisi kemarahannya di malam hari.

Ia menyalahkan kepala intelijen Israel karena telah gagal memperingatkannya perihal serangan pertama Hamas Palestina.

Keesokan paginya, Benjamin Netanyahu menghapus unggahan tersebut dan mengeluarkan permintaan maaf.

Karena reputasinya yang telah hancur di mata publik, ia justru menerima banyak kritik dari pers hingga politikus lainnya.

Dikritik Mantan Sekretasi Jenderal NATO

Mantan Sekretaris Jender NATO, Javier Solana, meyakini bahwa Benjamin Netanyahu merupakan seorang politisi terburuk dalam sejarah Israel.

“Saya kira tidak ada hal baik yang akan terjadi jika hal ini terjadi. Tapi hal itu bisa membuat Netanyahu menghilang dari politik Israel,” lanjutnya yang merujuk pada perang Israel-Hamas di Gaza.

Solana juga menegaskan bahwa meskipun Amerika Serikat membantu Israel, Presiden Joe Biden sama sekali tidak menyukai Netanyahu.

Baca Juga: Houthi Akan Terus Kirim Surat Cinta Ke Israel Sampai Agresi Di Gaza Berhenti

Perjanjian Abraham yang menormalisasikan hubungan antara Israel, Uni Emirat Arab dan Bahrain merupakan kesalahan besar.

Menurut Solana, perjanjian tersebut justru merusak gagasan sebelumnya yang meminta negara-negara mengakui Israel melalui perundingan damai dengan Palestina.

Lebih lanjut, Solana mengkritik Netanyahu karena telah melakukan kampanye besar-besaran untuk mengubahnya menjadi seorang otokrat melalui reformasi peradilan.

"Di negara-negara Barat, kita masih percaya bahwa dunia adalah milik kita, namun yang jelas bukan itu masalahnya," ujarnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.