Houthi Akan Terus Kirim Surat Cinta Ke Israel Sampai Agresi Di Gaza Berhenti

AKURAT.CO Milisi Houthi yang berbasis di Yaman telah menembakkan sejumlah rudal ke wilayah Israel sejak 31 Oktober.
Hal itu diketahui usai Houthi mengakui langsung bahwa kelompoknya merupakan dalang di balik tiga serangan terhadap wilayah Israel.
Houthi diketahui melakukan serangan ke Israel pada 28 Oktober, 31 Oktober dan terbaru abu (1/11/2023) kemarin dengan mengirim sejumlah drone dan rudal ke Israel.
"Angkatan bersenjata Yaman...mengkonfirmasi bahwa mereka akan terus melakukan serangan kualitatif dengan rudal dan drone sampai agresi Israel berhenti," pernyataan Houthi di Al-Masirah, TV milik kelompok tersebut.
Houthi mengaku serangannya ke Israel merupakan bentuk dukungan untuk warga Palestina. Bahkan, tidak akan menghentikan serangan sampai Israel menyudahi pembantaian di Palestina.
Baca Juga: Ikut Bela Palestina, Militan Houthi Deklarasikan Perang Terhadap Israel
"Kami akan terus melakukan operasi militer untuk mendukung rakyat Palestina sampai agresi Israel di Gaza berhenti," kata juru bicara Houthi, Kamis (2/11/2023).
Sebelumnya, pada Selasa (31/10/2023), Iran telah menyampaikan ancaman poros baru perang.
Iran mengatakan bahwa proksi tidak akan diam terhadap tindakan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Diplomat Iran, Hossein Amir Abdollahian, menuturkan bahwa wajar saja jika ada kelompok-kelompok yang menyerang Israel karena kejahatan yang dilakukannya.
"Wajar jika kelompok dan gerakan perlawanan tidak tinggal diam terhadap semua kejahatan yang dilakukan oleh Israel," kata Amir-Abdollahian dalam sambutan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran kala bertemu Menlu Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.
Di samping itu, militer Israel mengatakan, serangan musuh yang masuk ke wilayah Israel berhasil membuat sirine peringatan menyala di Eilat.
Militer Israel pun mengklaim telah berhasil mencegat serangan tersebut dengan sistem pertahanan udara Arrow.
"Semua ancaman udara dicegat di luar wilayah Israel," kata militer Israel.
Baca Juga: Mengapa Negara-negara Islam Tidak Kerahkan Militer Bantu Palestina Perangi Israel?
Kelompok Houthi merupakan bagian penting dari poros perlawanan yang menentang Israel dan sekutunya Amerika Serikat.
Hal ini pun senada dengan pernyataan Perdana Menteri Houthi, Abdelaziz bin Habtour, yang mengatakan bahwa Houthi adalah bagian dari poros perlawanan terhadap Israel yang mencakup kelompok-kelompok yang didukung Iran, Suriah dan Irak.
"Itu satu poros dan ada koordinasi, ruang operasi gabungan, dan komando gabungan untuk semua operasi ini," ujarnya.
Selain untuk mendukung kemerdekaan Palestina, serangan yang dilakukan Houthi terhadap Israel juga didasarkan atas hubungan yang tidak baik antara Houthi dengan Israel-AS.
Bahkan diketahui, Houthi memiliki slogan "Kematian Bagi Amerika, Kematian Bagi Israel, Kutukan Terhadap Yahudi, Kemenangan bagi Islam." (Adinda Shafa A)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







