PBB: Israel Ingin 1,1 Juta Warga Gaza Pindah Ke Selatan Dalam 24 Jam

AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada hari ini, Jumat (13/10/2023) bahwa mereka telah diberitahu oleh militer Israel sekitar 1,1 juta orang Palestina di Gaza harus pindah ke daerah otonomi selatan dalam waktu 24 jam ke depan.
"PBB menganggap mustahil gerakan seperti itu dapat terjadi tanpa konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
"PBB dengan tegas mengimbau agar perintah semacam itu, jika dikonfirmasi, dibatalkan untuk menghindari apa yang dapat mengubah apa yang sudah menjadi tragedi menjadi situasi bencana," tambahnya.
Dalam upaya membangun dukungan untuk tindakannya itu, pemerintah Israel menunjukkan gambar-gambar grafis anak-anak dan warga sipil yang menurut mereka telah dibunuh Hamas kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan para menteri pertahanan NATO.
Baca Juga: Beda Sikap Dengan Pemerintahnya, Sepakbola Inggris Pilih Ban Hitam Ketimbang Simbol Israel
Blinken mengatakan bahwa gambar-gambar itu menunjukkan seorang bayi yang penuh dengan peluru, tentara yang dipenggal dan anak-anak muda yang dibakar di dalam mobil mereka.
"Ini benar-benar kebobrokan dengan cara terburuk yang bisa dibayangkan, di luar apa pun yang dapat kita pahami," kata Blinken.
Seperti halnya orang-orang lain di seluruh dunia, Blinken mendesak Israel untuk menahan diri, namun ia juga menegaskan kembali dukungan Amerika, dengan mengatakan "Kami akan selalu ada di sisi Anda,".
Pada hari ini, Blinken dijadwalkan untuk bertemu dengan Raja Yordania, Abdullah dan Mahmoud Abbas, Kepala Otoritas Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel, sebagai bagian dari tur Timur Tengah yang bertujuan untuk menghentikan limpahan perang.
Diplomat tertinggi Amerika itu juga berencana untuk mengunjungi sekutu-sekutu utama AS, Qatar, Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirat Arab yang beberapa di antaranya memiliki pengaruh terhadap Hamas, kelompok Islamis yang didukung oleh Iran.
Kepala militer Israel, Letnan Jenderal Herzi Halevi, mengatakan bahwa pelajaran akan diambil dari kegagalan keamanan di sekitar Gaza yang memungkinkan terjadinya serangan tersebut.
"Kami akan belajar, menyelidiki, namun sekarang adalah waktunya untuk berperang," katanya.
Militer AS tidak memberikan syarat apapun atas bantuan keamanannya kepada Israel, kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, seraya menambahkan bahwa AS berharap militer Israel 'melakukan hal yang benar' dalam melancarkan perangnya melawan Hamas.
Austin akan tiba di Israel pada hari ini dan berencana untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Di hari yang sama Hamas menyerukan warga Palestina untuk bangkit sebagai protes atas pemboman Israel di daerah otonoi tersebut, dan mendesak warga Palestina untuk berbaris ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan bentrok dengan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







