Akurat Logo

Gaza Dibombardir Israel, Respons Pemimpin Arab Saudi: Kami Tegaskan, Akan Terus Mendukung Rakyat Palestina

Deni Muhtarudin | 13 Oktober 2023, 04:00 WIB
Gaza Dibombardir Israel, Respons Pemimpin Arab Saudi: Kami Tegaskan, Akan Terus Mendukung Rakyat Palestina

AKURAT.CO Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz akhirnya angkat bicara terkait Serangan yang dilancarkan Israel ke jalur Gaza. Raja Salman melakukan rapat riyadh pada Selasa (10/10)/2023, 3 hari setelah serangan pertama Israel.

Diketahui, Arab Saudi telah menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas terkait perkembangan di Gaza. Raja Salman juga menegaskan akan mengerahkan upaya yang lebih besar dengan kekuatan regional maupun internasional untuk mengakhiri serangan Israel terhadap Gaza.

“Pemerintah menekankan bahwa Arab Saudi akan terus mendukung rakyat Palestina dalam upaya mereka mendapatkan hak sah mereka, mencapai harapan dan aspirasi mereka, serta membangun perdamaian yang adil dan abadi," katanya.

Baca Juga: Waduh! Israel Mengaku Terjadi Kesalahan Laporan Penyerangan Dari Lebanon Selatan

Rapat Riyadh yang dilakukan Arab Saudi juga turut dihadiri oleh putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) yang sebelumnya juga memberi respon perihal serangan Israel terhadap Gaza.

Menurutnya, Arab Saudi ingin mencegah perluasan konflik dan akan tetap terus mendukung Palestina mencapai kehidupan yang layak.

"Arab Saudi terus mendukung rakyat Palestina untuk mencapai hak sah mereka atas kehidupan yang layak," tutur putra mahkota sekaligus Perdana Menteri (PM) Arab Saudi itu. 

Menurut MBS, situasi yang terjadi di Gaza merupakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana tingkat kekerasan yang terjadi sangat tinggi.  Arab Saudi juga menegaskan jika konflik yang terjadi merupakan akibat ulah Israel.

Arab Saudi juga mengatakan konflik terjadi karena pendudukan Israel yang terus berlanjut di Palestina hingga merampas hak-hak sah rakyat Palestina. Israel juga dikatakan terus melakukan provokasi sistematis terhadap rakyat Palestina. 

Sebelumnya, kekerasan antara Israel dan Palestina yang terjadi sejak Sabtu (8/10/2023) lalu terjadi di tengah adanya spekulasi Arab Saudi akan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Baca Juga: Vladimir Putin Serukan Israel-Palestina Hentikan Perang Melalui Jalur Negosiasi

Hal ini seiring dengan kesepakatan AS yang memberikan jaminan keamanan serta bantuan untuk pengembangan nuklir sipil.

Padahal sebelumnya, Arab Saudi tidak pernah mengakui Israel sebagai sebuah negara. Namun MBS masih mengatakan jika Palestina sangat penting bagi Arab Saudi karena Palestina merupakan rumah bagi situs suci umat Islam.

Saat ini Israel terus menerus melancarkan serangannya dengan menyasar fasilitas-fasilitas penting di Gaza, seperti masjid, rumah sakit, pemukiman padat penduduk hingga pusat layanan komunikasi Gaza.

Israel juga memblokir jalur keluar masuk Gaza hingga berdampak pada putusnya pasokan air, bahan bakar, dan makanan. 

Hingga saat ini, diperkirakan korban tewas akibat serangan Israel ke Gaza mencapai lebih dari 900 jiwa, termasuk di dalamnya lebih dari 260 anak-anak.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.