Jepang Luncurkan Wahana Pendaratan Bulan SLIM Ke Luar Angkasa

AKURAT.CO, Jepang meluncurkan wahana eksplorasi bulan dengan menggunakan roket H-IIA buatan dalam negeri, pada Kamis (7/9/3034).
Sebuah peluncuran yang membuka jalan untuk menjadi negara kelima di dunia yang mendarat di bulan pada awal tahun depan.
Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mengatakan bahwa roket tersebut lepas landas dari Tanegashima Space Center di Jepang Selatan sesuai rencana dan berhasil melepaskan Smart Lander for Investigating Moon (SLIM).
Baca Juga: Serba-Serbi Misi Chandrayaan-3, India Berhasil Ukir Sejarah
Diketahui, cuaca yang tidak mendukung menyebabkan tiga kali penundaan peluncuran wahana tersebut dalam satu minggu pada bulan lalu.
Dijuluki sebagai penembak jitu bulan, Jepang bertujuan untuk mendaratkan SLIM dalam jarak 100 meter dari lokasi target di permukaan bulan.
Misi senilai 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun itu diharapkan dapat mencapai bulan pada bulan Februari.
Peluncuran SLIM dilakukan dua minggu setelah India menjadi negara keempat yang berhasil mendaratkan wahana antariksa di bulan dengan misi Chandrayaan-3 ke kutub selatan bulan yang belum pernah dijelajahi.
Sebelumnya pada tahun lalu, Jepang juga melakukan dua upaya pendaratan di bulan namun berakhir dengan kegagalan.
Kegagalan pertama saat JAXA kehilangan kontak dengan pendarat OMOTENASHI dan membatalkan upaya pendaratan pada bulan November.
Lalu yang kedua saat pendarat Hakuto-R Mission 1, yang dibuat oleh perusahaan rintisan Jepang, ispace (9348.T) jatuh pada bulan April ketika mencoba turun ke permukaan bulan.
Roket H-IIA juga membawa satelit X-Ray Imaging and Spectroscopy Mission (XRISM) yang merupakan sebuah proyek gabungan dari JAXA, NASA, dan Badan Antariksa Eropa.
Baca Juga: Misi Luar Angkasa India, Dari Masa Lalu Hingga Yang Akan Datang
Mitsubishi Heavy Industries (7011.T) memproduksi roket dan mengoperasikan peluncuran itu juga menandai roket H-IIA ke-47 yang telah diluncurkan Jepang sejak 2001 sehingga tingkat keberhasilan kendaraan ini mendekati 98%.
Sebelumnya, JAXA sempat menangguhkan peluncuran H-IIA yang membawa SLIM selama beberapa bulan saat mereka menyelidiki kegagalan roket H3 yang baru dalam debutnya pada bulan Maret.
Misi luar angkasa Jepang telah menghadapi kemunduran baru-baru ini, dengan kegagalan peluncuran roket kecil Epsilon pada Oktober 2022 diikuti oleh ledakan mesin selama pengujian pada bulan Juli.
Negara ini berencana untuk mengirim astronot ke bulan pada akhir tahun 2020-an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








