Misi Luar Angkasa India, Dari Masa Lalu Hingga Yang Akan Datang

AKURAT.CO Kesuksesan Chandrayaan-3 membuat India berencana meluncurkan misi luar angkasa berikutnya.
Merupakan sebuah usaha untuk mempelajari Matahari dan pengaruhnya terhadap cuaca luar angkasa.
Diketahui, pada Rabu (23/8/2023) lalu, wahana Chandrayaan-3 menjadi yang pertama mendarat di Kutub Selatan Bulan yang berbatu dan belum pernah dijelajahi.
Itu menjadikan India sebagai negara keempat yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan setelah Amerika Serikat, Tiongkok dan bekas Uni Soviet.
Sebenarnya medan yang berat membuat pendaratan di Kutub Selatan Bulan dikenal sulit.
Namun es di wilayah itu, yang dapat memasok bahan bakar, oksigen hingga air, untuk misi-misi selanjutnya menjadi alasan lokasi Kutub Selatan Bulan dipilih.
Sementara, Chandrayaan-3 diluncurkan dengan anggaran 6,15 miliar Rupee atau sekitar Rp1,1 triliun, lebih murah dibandingkan biaya produksi film thriller luar angkasa Hollywood berjudul Gravity pada tahun 2013.
Rangkuman Misi Luar Angkasa India
Setelah Chandrayaan-3, berikut adalah rangkuman misi luar angkasa India melalui Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO).
Misi yang Akan Datang
Aditya-L1
Aditya-L1 merupakan misi luar angkasa India pertama yang mempelajari Matahari.
Diambil dari nama untuk matahari dalam bahasa Hindi, misi tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2 September 2023.
Wahana Aditya-L1 akan ditempatkan pada orbit di sekitar titik Lagrange 1 (L1) dari sistem Matahari-Bumi atau sekitar 1,5 juta kilometer (930.000 mil) dari Bumi, di mana efek gravitasi dari keduanya saling meniadakan satu sama lain.
Titik lokasi di ruang angkasa itu memungkinkan objek untuk tetap diam karena menyeimbangkan gaya gravitasi, sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar wahana ruang angkasa.
Misi Aditya-L1 bertujuan untuk mengamati aktivitas Matahari dan pengaruhnya terhadap cuaca antariksa secara realtime.
Sebelumnya, pada tahun 2019, pemerintah memberikan dana sekitar 46 juta Rupee untuk misi Aditya-L1. Namun, belum ada informasi resmi dari ISRO terkait biaya misi tersebut.
Gaganyaan
Dalam bahasa Hindi, Gagan berarti langit dan Yaan adalah pesawat.
Gaganyaan merupakan misi ruang angkasa berawak pertama India yang berencana meluncurkan tiga orang awak ke orbit 400 kilometer (250 mil) untuk misi tiga hari sebelum mendarat di perairan India.
ISRO mengatakan bahwa Pusat Antariksa Vikram Sarabhai telah berhasil menguji sistem untuk menstabilkan modul kru dan dengan aman mengurangi kecepatannya saat masuk kembali.
Awal tahun ini, Wakil Menteri Sains dan Teknologi India, Jitendra Singh, mengatakan, sekitar 90,23 miliar Rupee telah dialokasikan untuk program Gaganyaan.
ISRO menambahkan bahwa mereka akan fokus untuk mencapai kehadiran manusia yang berkelanjutan di luar angkasa setelah Gaganyaan selesai.
Belum ada tanggal resmi peluncuran yang diumumkan, namun ISRO menjelaskan misi ini kemungkinan besar akan siap pada 2024.
Satelit Nasa-Isro Sar (NISAR)
NISAR merupakan sebuah sistem observatorium orbit rendah Bumi yang dikembangkan bersama oleh NASA dan ISRO.
NISAR akan memetakan seluruh planet setiap 12 hari sekali dan menyediakan data untuk memahami perubahan ekosistem, massa es, biomassa vegetasi, kenaikan permukaan air laut, air tanah, hingga bahaya alam termasuk gempa bumi, tsunami, gunung berapi dan tanah longsor.
Satelit ini berukuran kira-kira sebesar mobil SUV dan akan diluncurkan dari India pada kuartal pertama tahun depan, dengan target peluncuran pada bulan Januari.
Misi yang Telah Dilaksanakan
Chandrayaan-3
Pada tanggal 23 Agustus 2023, India menjadi negara pertama yang berhasil mendaratkan sebuah wahana di wilayah kutub selatan bulan.
Misi ini sedang berlangsung, dengan ISRO mengatakan bahwa kendaraan penjelajahnya telah mengkonfirmasi keberadaan sulfur, besi, oksigen dan elemen-elemen lainnya di bulan.
Chandrayaan-2
Pada tahun 2019, ISRO meluncurkan misi bulan keduanya dengan upaya pertamanya untuk mempelajari kutub selatan bulan.
Misi ini mencakup sebuah pengorbit, pendarat dan penjelajah, diluncurkan di tengah ekspektasi yang tinggi.
Meskipun berhasil meluncurkan pengorbit, pendaratnya mengalami kecelakaan.
Misi Pengorbit Mars (MOM)
Pada tahun 2013, ISRO menjadi badan antariksa keempat yang menempatkan sebuah pesawat ruang angkasa di orbit Mars.
MOM, yang memiliki waktu misi yang diproyeksikan hanya enam bulan, tidak kehilangan kontak dengan pengendali di darat hingga tahun 2022.
Chandrayaan-1
Menjadi misi pertama India ke Bulan yang diluncurkan dengan sukses pada tahun 2008.
Satelit ini melakukan lebih dari 3.400 orbit mengelilingi bulan dan mengkonfirmasi keberadaan es air di bulan.
Misi ini berakhir ketika komunikasi dengan pesawat ruang angkasa terputus pada tanggal 29 Agustus 2009.
Itulah rangkuman misi luar angkasa India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







