Akurat Logo

Jadi Orang Terkaya Ke-11 Dunia, Ini 5 Fakta Menarik Changpeng Zhao Pendiri Binance

Sabdi Imanuel Manuleus | 12 Januari 2022, 16:32 WIB
Jadi Orang Terkaya Ke-11 Dunia, Ini 5 Fakta Menarik Changpeng Zhao Pendiri Binance

AKURAT.CO Mata uang kripto hingga kini semakin mendapat perhatian dari warga dunia. Tak heran jika kini, sejumlah perusahaan kripto terus merangkak menjadi perusahaan terbesar dunia. Salah satunya adalah perusahaan kripto asal AS, Binance. Bahkan kini, pendiri Binance, Changpeng Zhao, masuk dalam deretan orang terkaya China sekaligus dunia. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik terkait sosok Chanpeng Zhao. 

1. Kerja di McD dan Pom bensin

Changpeng Zhao lahir dari orangtua pendidik, ayahnya merupakan seorang profesor di bidang geosfisika. Karena prinsipnya sebagai sosok intelek pro-borjuis, sang ayah pernah diasingkan selama beberapa waktu oleh pemerintah China ketika Changpeng baru dilahirkan. Hingga akhinrya, keluarganya pindah ke Vancouver Kanada di akhir tahun 80an. Di sana, keluarganya hidup dari nol, bahkan Changpeng menghabiskan masa remajanya untuk bekerja di McD di siang hari dan di sebuah pom besin ketika malam hari, sepulangnya dari bersekolah. 

2. Sempat tinggal di Tokyo

Meski menjalani keseahrian yang begitu berat karena harus bekerja di beberapa tempat, pria kelahiran Jiangsu, China, ini tetap meneruskan kuliahnya. Ia sempat menjalani studi di jurusan ilmu komputer di Universitas McGill Montreal. Setelah lulus, Changpeng memutuskan untuk pindah ke Tokyo dan bekerja di Bursa Efek Tokyo. Bahkan, berkat kemampuannya, Changpeng mendapatkan tiga kali promosi di usianya yang baru 27 tahun ketika bekerja di Bloomberg’s Tradebook. Hingga akhirnya, pada tahun 2005 silam, ia memutuskan untuk berhenti dan memulai perusahaannya sendiri bernama Fusion Systems di Shanghai, China. 

3. Ciptakan Binance dan langsung meledak

Sempat berwiraswasta selama sekitar 7 tahun, akhirnya Changpeng bergabung dengan Blockchain.info sebagai pendiri ketiga pada tahun 2013. Dari situlah pertemuannya dengan mata uang kripto dimulai. Ia pun sempat bekerja di OKCoin sebagai chief technology officer (CTO). Demi mendapatkan Bitcoin, Changpeng rela menjual apartemennya pada tahun 2014 lalu. Hingga akhirnya, pada tahun 2017 silam, Changpeng mendirikan Binance di China. Namun, karena adanya larangan pendirian mata uang kripto, ia memindahkan servernya ke Jepang di akhir tahunn yang sama dan berhasil mendapatkan pendanaan hingga USD 15 juta (kini sekitar Rp215 miliar). 

4. Orang terkaya di dunia kripto

Setelah mendapatkan pendanaan, perusahaan kripto milik Changpeng terus melesat. Bahkan, hanya dalam kurun waktu 6 bulan, Changpeng berhasil mengembangkan Binance menjadi platform pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan. Bahkan, pada 2020 lalu, Binance memiliki pendapatan hingga USD 800 juta (kini sekitar Rp11,5 triliun) dan volume total perdagangan mencapai USD 2 triliun (kini sekitar Rp28 kuadriliun). Tak mengherankan jika Changpeng juga kini menyabet gelar sebagai orang terkaya di dunia kripto dengan kekayaan mencapai USD 96 miliar atau sekitar Rp1,3 kuadriliun. 

5. Seorang filantropis

Keberhasilam Binance sebagai salah satu platform pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia memang tak lepas dari kerja keras Changpeng. Kekayaannya pun ikut melesat bahkan dirinya masuk ke dalam deretan orang terkaya dunia. Meski begitu, dalam sebuah wawancara, ia menyatakan ingin tetap mempertahankan gaya hidupnya saat ini dan tidak peduli dengan jabatan, kekayaan ataupun uang. Bahkan, ia juga akan membagikan hingga 99 persen kekayaannya kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. 

Saat ini, dengan kekayaan mencapai USD 96 miliar atau sekitar Rp1,3 kuadriliun, Changpeng Zhao menempati posisi ke-11 sebagai orang terkaya di dunia.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.