Jadi Orang Terkaya Sejagat, Elon Musk Bercita-cita Bangun Koloni Manusia di Mars

AKURAT.CO, Taipan teknologi Elon Musk kembali menegaskan janjinya untuk membangun kota mandiri di Mars menggunakan kekayaannya yang melimpah.
Dilansir dari The Independent, baru-baru ini Musk memasang pin pada unggahan Twitter tahun 2018 yang menjelaskan apa yang akan dilakukannya dengan uangnya.
"Sekitar separuh dari uang saya ditujukan untuk membantu masalah di Bumi, sedangkan separuhnya lagi untuk membangun kota mandiri di Mars demi memastikan kelangsungan hidup (semua spesies) jika Bumi terkena meteor seperti dinosaurus atau Perang Dunia 3 terjadi dan menghancurkan diri kita sendiri," sebut twit itu.
Unggahan ini merupakan kelanjutan utas yang berusaha membenarkan kekayaannya yang luar biasa.
"Tanyakan mengapa saya menginginkan uang. Alasannya bukan seperti yang Anda kira. Tak ada waktu untuk piknik. Saya tak punya vila liburan, kapal pesiar, atau semacamnya," sambungnya.
Miliarder teknologi ini mengalahkan Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia pada Kamis (7/1). Kekayaannya kini mencapai USD 185 miliar.
Musk kerap mengumbar rencananya untuk mendirikan koloni manusia di Mars. Bahkan, ia berencana untuk mati di Planet Merah.
Sebagai CEO SpaceX, Musk telah membuat kemajuan besar dalam mengirim manusia pertama ke Mars. Tujuannya ini diklaimnya dapat dicapai pada awal 2024.
Bulan lalu, SpaceX melakukan uji terbang pesawat antariksa Starship yang sangat sukses. Pesawat ini diharapkan dapat digunakan untuk mengangkut kargo dan orang-orang di lingkungan tata surya. Purwarupa pesawat antariksa SN8 mencapai ketinggian 12,5 km sebelum melakukan manuver pendaratan yang rumit dan pendaratan darurat.
Di sisi lain, SpaceX menuai kontroversi pada bulan Oktober setelah Persyaratan Layanan dalam proyek internet Starlink-nya menyebut perusahaan itu mungkin tidak mengakui hukum internasional di koloni mana pun di masa depan.
"Sengketa akan diselesaikan melalui prinsip-prinsip yang mengatur dirinya sendiri, yang ditegakkan dengan itikad baik, pada saat pendudukan Mars," kata persyaratan tersebut sambil menegaskan Mars adalah 'planet merdeka'.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





