Akurat

Kandidat Pro Demokrasi Menang Telak, Warga Hong Kong Pesta Pora

| 25 November 2019, 19:47 WIB
Kandidat Pro Demokrasi Menang Telak, Warga Hong Kong Pesta Pora

AKURAT.CO, Oposisi pro-demokrasi dilaporkan menang telak dalam pemilihan Dewan Distrik Hong Kong yang diselenggarakan pada Minggu (24/11) kemarin. Menurut media lokal setempat, kamp pro-demokrasi setidaknya berhasil memenangkan mayoritas dari 452 kursi dalam dewan distrik.

Dengan perolehan signifikan ini, pihak oposisi bisa dipastikan akan mengambil kendali setidaknya 17 dari 18 dewan kota. Sementara, para politisi pro-Beijing dilaporkan hanya mampu meraup sekitar 10 persen dari keseluruhan suara.

Dilansir dari Metro News pada Senin (25/11), kemenangan besar pihak pro-demokrasi ini jelas telah menjadi teguran bagi kepala eksekutif Hong Kong, Carrie Lam. Tidak hanya itu, dengan hasil mengejutkan ini, maka warga Hong Kong secara tidak langsung telah memaksa Beijing untuk 'memutar otak' terkait penanganan protes yang saat ini hampir memasuki bulan keenam.

Meskipun dalam jajaran pemerintah, dewan distrik memiliki sedikit kekuasaan, tetapi pemungutan suara Minggu lalu menjadi referendum dukungan publik untuk protes.

"Ini bukan revolusi yang pendek. Ini adalah kemenangan telak. Ini adalah penolakan suara dari pemerintahan Carrie Lam dan menunjukkan mayoritas yang diam (ternyata) berada di belakang tuntutan para pengunjuk rasa," ucap pakar politik dari Chinese University of Hong Kong (CUHK), Willy Lam.

Dengan kemenangan telak ini, warga dan para pendukung pro-demokrasi langsung tumpah ruah ke jalan. Mereka pun tampak bersuka cita merayakan kemenangan besar pihak oposisi dalam pemilihan Dewan Distrik kali ini.

"Saya tidak akan menggunakan kata bahagia, tetapi kami telah membuat kemajuan menuju situasi di mana kami dapat melawan pemerintah. Ini penting karena kita semua tahu bahwa kita telah berkorban terlalu banyak dalam beberapa bulan terakhir. Orang-orang Hong Kong tidak lagi naif. Kita harus mempersiapkan diri kita sendiri, kita harus memiliki keyakinan pada diri kita sendiri untuk membawa perubahan," ujar salah satu pemimpin kampanye pro-demokrasi, Clarisse Yeung, seperti dilansir oleh The Guardian pada Senin (25/11). []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.