Akurat

Rwanda Kembali Buka Perbatasan dengan Kongo di Tengah Krisis Ebola

| 2 Agustus 2019, 11:58 WIB
Rwanda Kembali Buka Perbatasan dengan Kongo di Tengah Krisis Ebola

AKURAT.CO, Rwanda kembali membuka perbatasannya dengan Republik Demokratik Kongo yang saat ini tengah dilanda krisis Ebola. Sebelumnya perbatasan sempat ditutup untuk beberapa jam setelah adanya konfirmasi kematian akibat Ebola di Goma, kota di perbatasan Kongo-Rwanda.

Setidaknya 2.700 orang telah terinfeksi dalam wabah Ebola terburuk dalam sejarah negara itu. WHO melaporkan ada 12 kasus baru yang terjadi setiap harinya di negara tersebut.

Penanganan penyakit semakin diperburuk oleh konflik yang terjadi di Kongo.

Pekan lalu, WHO menetapkan wabah Ebola sebagai darurat kesehatan global, tingkat alarm paling tinggi. WHO juga memperingatkan agar tidak berusaha menahan virus dengan menutup perbatasan atau membatasi perjalanan atau perdagangan.

Goma, rumah bagi dua juta orang, adalah ibu kota Kivu Utara, salah satu dari dua provinsi di RD Kongo yang telah menanggung beban paling besar dari epidemi tersebut.

Kota ini terletak tepat di seberang perbatasan dari kota Rwanda, Gisenyi, yang memiliki populasi sekitar 85.000 orang. Banyak penduduk melintasi perbatasan untuk bekerja dan kegiatan lainnya.

Wali kota distrik Rubavu, Gilbert Habayarimana, mengatakan bahwa perbatasan telah ditutup "untuk menghindari penyeberangan yang tidak perlu" ke Goma.

Penutupan perbatasan sempat dikritik oleh Kongo sebelum akhirnya dibuka kembali. Meski telah dibuka, Rwanda melakukan pengawasan lintas batas yang ketat dan menyarankan warga untuk tidak bepergian ke Kongo. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.