Jamal Khashoggi Diusulkan Jadi Nama Jalan Kedutaan Arab Saudi di AS

AKURAT.CO, Ada berbagai cara untuk menyuarakan perlawanan terhadap pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh sekelompok warga Washington DC, AS. Mereka mengusulkan Jamal Khashoggi untuk dijadikan nama jalan di dekat Kedutaan Besar Arab Saudi.
Usulan ini datang dari Komisi Penasihat Lingkungan yang beranggotakan tujuh orang. Komisi tersebut merupakan bagian dari pemerintah di Distrik Columbia (DC) yang biasanya menangani masalah-masalah lokal seperti zonasi, parkir, dan pengumpulan sampah di lingkungan West End dan Foggy Bottom.
James Harnett selaku ketua komisi mengungkapkan ide ini muncul sebulan lalu dan langsung ia wujudkan dalam bentuk petisi online. Petisi itu telah ditandatangani oleh 8.000 orang, termasuk Michael Werz, seorang ahli keamanan senior dari Pusat Kemajuan Amerika dan Gary Schmitt, seorang akademisi dari Institut Perusahaan Amerika.
Harnett mengungkapkan usulan ini adalah bentuk kemarahan atas pembunuhan yang terjadi serta reaksi dari Donald Trump yang dianggap tidak sesuai. Hingga kini Donald Trump masih belum mengambil tindakan atas pembunuhan Jamal Khashoggi.
"Saya pikir, perhatian kami adalah bahwa masalah ini memiliki implikasi internasional dan kami sangat kecewa atas kurangnya perhatian dalam kasus ini," kata Harnett merujuk pada Gedung Putih yang tidak berbuat apapun, dilansir dari laman CNN, Senin (2/12).
"Ini adalah keyakinan kami, ketika pemimpin tidak dapat melakukan apapun maka harus ada pihak yang melangkah dan memastikan bahwa ada hal yang perlu dianggap serius," tambahnya.
Harnett menyuarakan bahwa penyerangan terhadap pers tidak bisa dimaafkan dan sangat berbahaya bagi kebenaran. Dia mendorong pemimpin di semua tingkat pemerintahan harus turut andil dengan cara apapun yang mereka bisa untuk mendukung rakyat dalam mendukung kebenaran.
"Terhadap para pemimpin yang telah melalaikan tugas mereka, proposal ini adalah cara kami untuk melawan," lanjutnya.
Aksi ini bukanlah yang pertama kali. Pada Januari lalu, sekelompok orang menuntut penggantian nama jalan di dekat Kedutaan Besar Rusia menyusul kasus pembunuhan terhadap Boris Nemtsov, aktivis prodemokrasi dan kritikus Vladimir Putin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





