Akurat

Perkuat Pertahanan Perbatasan Yordania, AS Kirim Helikopter Black Hawk

Khaerul S | 30 Januari 2018, 06:54 WIB
Perkuat Pertahanan Perbatasan Yordania, AS Kirim Helikopter Black Hawk

AKURAT.CO, Amerika Serikat (AS) mengirimkan helikopter Black Hawk untuk penyebaran cepat pasukan Yordania, guna memperkuat pertahanan perbatasan dan melakukan gerakan lintas perbatasan melawan gerilyawan.

Pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa bantuan militer kepada Yordania, salah satu dari penerima terbesar pembiayaan militer asing Washington, ditujukan untuk membantu membangun kemampuan militer kerajaan itu sebagai bagian dari strategi kawasan, yang lebih luas.

Washington mengumumkan rencana menetap di Suriah lama setelah IS dikalahkan dan memiliki pangkalan militer di bagian timur laut negara dilanda perang tersebut.

Dalam upacara serah terima, yang dihadiri Kepala Pusat Komando Amerika Serikat Jenderal Joseph Votel dan Kepala Staf Tentara Yordania, helikopter tersebut mendarat dalam rekaan penyergapan penyandera oleh pasukan khusus.

"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung usaha angkatan udara Yordania untuk melindungi perbatasan Yordania dan menghalangi tindakan teror serta berkontribusi untuk mengalahkan operasi koalisi IS," kata Henry Wooster, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yordania, saat upacara di Pangkalan udara Raja Abdullah 35 km timur laut ibu kota.

Helikopter Black Hawk adalah komponen utama dalam pasukan reaksi cepat yang didanai Amerika Serikat dan dibentuk oleh Yordania untuk melawan kelompok IS, yang tetap merupakan ancaman meski telah diusir dari wilayah yang luas di Irak dan Suriah.

"Pasukan tersebut mampu memindahkan pasukan dan pasokan ke Jordania dan dalam waktu singkat untuk memperkuat keamanan perbatasan dan mengatasi kemungkinan serangan," kata Wooster, seperti dilansir Reuters, Selasa (30/1).

Rudal Patriot Amerika Serikat ditempatkan di kerajaan itu dan tentara Amerika Serikat memiliki ratusan pelatih di negara ini.

Lokasi Yordania menjadikannya ideal bagi pusat logistik dan pasokan untuk Amerika Serikat, termasuk garnisun Tanf-nya di gurun Suriah bagian tenggara.

"Kerja sama militer Yordania dan Amerika Serikat sangat kuat dan merupakan komponen kunci dalam upaya bersama kita untuk mengalahkan Daesh," kata Brigadir Jenderal Jaber al-Abbadi, komandan angkatan udara Yordania.

Sejak dimulainya konflik Suriah di tahun 2011, Washington telah menghabiskan jutaan dolar untuk membantu Amman membentuk sebuah sistem pemantauan yang rumit yang dikenal sebagai Program Keamanan Perbatasan untuk menghentikan infiltrasi oleh militan dari Suriah dan Irak.

Sementara itu, kurang dari seribu petempur IS masih berada di Irak dan Suriah, menurut koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang memerangi milisi garis keras Sunni itu.

Irak dan Suriah telah mengumumkan kemenangan atas IS dalam beberapa pekan terakhir, setelah setahun tentara kedua negara, berbagai sekutu asing dan pasukan militer daerah mengusir para petempur IS, yang pernah membuat kekhalifahan yang mereka proklamasikan sendiri, dari semua kota dan desa.

AS memimpin persekutuan antarbangsa, yang melakukan serangan udara terhadap IS sejak 2014, ketika kelompok tersebut merebut sepertiga dari wilayah Irak. Pasukan AS bertugas sebagai "penasihat" di lapangan bersama dengan pasukan pemerintah Irak serta kelompok Kurdi dan Arab di Suriah.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S