Akurat

Doa agar Selamat dari Cuaca Ekstrem, Insya Allah Manjur

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Januari 2026, 05:54 WIB
Doa agar Selamat dari Cuaca Ekstrem, Insya Allah Manjur

AKURAT.CO Cuaca ekstrem kini semakin sering terjadi dan sulit diprediksi. Hujan lebat disertai angin kencang, banjir bandang, tanah longsor, hingga gelombang panas menjadi fenomena yang tidak lagi asing dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah ikhtiar ilmiah dan mitigasi bencana yang terus dikembangkan, Islam mengajarkan satu hal penting yang sering terlupa: menguatkan dimensi spiritual melalui doa.

Bagi seorang muslim, doa bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari keyakinan bahwa segala peristiwa alam berada dalam kekuasaan Allah SWT.

Alam tunduk pada sunnatullah, dan manusia diperintahkan untuk berikhtiar sekaligus bertawakal. Doa menjadi titik temu antara usaha rasional dan penyerahan diri yang penuh kesadaran.

Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW mencontohkan doa-doa khusus yang dibaca ketika menghadapi fenomena alam, terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem. Doa-doa ini bukan hanya bentuk permohonan perlindungan, tetapi juga pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan kebesaran Allah.

Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 21 Januari 2026

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menghadapi angin kencang dan cuaca yang mengkhawatirkan adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan tujuan ia diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, serta keburukan tujuan ia diutus.”
(HR. Muslim)

Doa ini menunjukkan sikap iman yang seimbang. Tidak semua fenomena alam dipandang sebagai musibah semata, karena bisa jadi ia membawa kebaikan. Namun, seorang hamba tetap memohon agar dijauhkan dari dampak buruk yang membahayakan keselamatan jiwa dan harta.

Selain itu, ketika hujan turun dengan sangat deras hingga menimbulkan kekhawatiran, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Doa ini mencerminkan permohonan yang sangat manusiawi sekaligus ekologis. Hujan tetap diharapkan turun sebagai rahmat, namun diminta agar tidak berubah menjadi bencana yang merusak kehidupan.

Dalam konteks kekinian, doa-doa ini relevan untuk dibaca ketika muncul peringatan cuaca ekstrem, saat hujan deras berkepanjangan, angin kencang, atau kondisi alam yang berpotensi membahayakan. Membacanya tidak membutuhkan waktu khusus, dapat dilakukan kapan saja dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 19 Januari 2026

Tentu saja, doa tidak menafikan kewajiban ikhtiar. Islam mendorong umatnya untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, melakukan langkah-langkah keselamatan, dan menjaga lingkungan. Namun doa memberi ketenangan batin, menumbuhkan optimisme, dan menguatkan keyakinan bahwa perlindungan sejati datang dari Allah SWT.

Pada akhirnya, di tengah perubahan iklim dan ketidakpastian alam, doa menjadi pengingat bahwa manusia bukan penguasa semesta. Dengan berdoa, seorang muslim menempatkan dirinya secara proporsional: berusaha semaksimal mungkin, sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Insya Allah, dengan doa yang tulus dan ikhtiar yang benar, keselamatan akan selalu menyertai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.