Akurat

Doa dan Amalan agar Cepat Bisa Umrah ke Tanah Suci

Fajar Rizky Ramadhan | 29 Oktober 2025, 08:30 WIB
Doa dan Amalan agar Cepat Bisa Umrah ke Tanah Suci

AKURAT.CO Setiap Muslim tentu menyimpan kerinduan untuk bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci Makkah. Hati siapa yang tidak bergetar ketika melihat Ka‘bah, rumah Allah yang menjadi kiblat seluruh umat Islam di dunia?

Namun tidak semua orang bisa segera berangkat. Ada yang terhalang oleh biaya, waktu, kesehatan, atau tanggung jawab keluarga.

Meski begitu, Islam mengajarkan bahwa kerinduan kepada Baitullah adalah tanda keimanan, dan doa yang disertai amal saleh dapat menjadi jalan terbukanya kesempatan untuk umrah lebih cepat dari yang dibayangkan.

Dalam Islam, keinginan untuk menunaikan umrah termasuk niat mulia yang akan dicatat sebagai pahala, meskipun belum terlaksana. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat untuk berangkat ke Tanah Suci sudah menjadi langkah awal menuju keberkahan. Namun agar niat itu terwujud, perlu disertai doa yang terus-menerus dan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.

Salah satu doa yang bisa diamalkan agar dimudahkan rezeki dan kesempatan untuk berangkat umrah adalah:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَيَسِّرْ لِي سُبُلَهَا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي قَبُولًا حَسَنًا

“Allāhumma urzuqnī ziyārata baitikal-harām, wa yassir lī subulahā, wataqabbalhā minnī qabūlan ḥasanā.”

“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku rezeki untuk berziarah ke rumah-Mu yang suci, mudahkanlah segala jalannya, dan terimalah amal ibadah itu dariku dengan penerimaan yang baik.”

Doa ini bisa dibaca setiap hari setelah salat fardhu atau ketika sujud terakhir dalam salat sunnah. Membiasakan diri untuk mengucapkannya bukan hanya memperkuat niat, tetapi juga menanamkan rasa rindu yang dalam kepada Allah.

Baca Juga: Hukum Selingkuh dalam Islam, Apakah Termasuk Perbuatan Zina?

Selain berdoa, terdapat beberapa amalan yang diyakini dapat mempercepat datangnya kesempatan untuk umrah, baik secara spiritual maupun sebab-sebab duniawi:

  1. Menjaga keikhlasan dan memperbaiki niat.
    Banyak orang berdoa ingin umrah, tetapi dalam hatinya masih bercampur antara ibadah dan gengsi sosial. Niat yang murni karena Allah akan membuka jalan rezeki yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman:
    وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
    “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalāq: 2–3)

  2. Perbanyak istighfar.
    Dosa sering menjadi penghalang datangnya rezeki dan keberkahan. Dengan memperbanyak istighfar, pintu-pintu rezeki akan terbuka lebih luas. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:
    فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا، وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ
    “Maka aku berkata (kepada mereka): ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu—sesungguhnya Dia Maha Pengampun—niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan memperbanyak harta serta anak-anakmu.’” (QS. Nūḥ: 10–12)

    Amalkan istighfar setiap pagi dan sore, minimal 100 kali, sambil memohon agar Allah membuka jalan menuju Baitullah.

  3. Rajin bersedekah, walau sedikit.
    Sedekah adalah magnet rezeki dan penolak bala. Rasulullah SAW bersabda:
    مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
    “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)
    Bersedekah dengan niat agar Allah memudahkan langkah ke Tanah Suci merupakan bentuk tawassul yang mulia. Banyak kisah nyata di mana seseorang yang rutin bersedekah, tiba-tiba mendapat undangan umrah tanpa disangka.

  4. Menjalin silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan keluarga.
    Dalam hadis sahih disebutkan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika hati damai dan hubungan sosial baik, rezeki menjadi lebih lancar — termasuk rezeki untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

  5. Menunaikan salat Dhuha dan salat Tahajud secara rutin.
    Dua salat sunnah ini termasuk amalan yang membuka pintu pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda:
    “Di pagi hari, setiap sendi tubuh manusia wajib bersedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, dan salat Dhuha dua rakaat mencukupi semua itu.” (HR. Muslim)
    Sedangkan dalam salat Tahajud, Allah menjanjikan kedekatan istimewa:
    وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
    “Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isrā’: 79)

    Dalam salat Tahajud, mohonlah dengan sepenuh hati agar Allah memberi kesempatan untuk mengunjungi rumah-Nya.

  6. Mendoakan orang lain agar bisa umrah.
    Rasulullah SAW bersabda:
    دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
    “Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya akan dikabulkan.” (HR. Muslim)
    Maka, ketika seseorang mendoakan orang lain agar bisa berangkat umrah, malaikat akan mendoakan hal yang sama untuknya.

Selain doa dan amalan, seseorang juga harus berikhtiar secara nyata — menabung, merencanakan waktu, dan menata prioritas keuangan. Jangan menunggu rezeki datang tanpa usaha. Terkadang Allah menunda keberangkatan agar hati lebih siap dan amal lebih bersih ketika sampai di Tanah Suci.

Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan ibadah umrah karena menjadi penghapus dosa dan penambah rezeki. Beliau bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Laksanakanlah haji dan umrah secara berdekatan, karena keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran besi.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, ibadah umrah bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga investasi keberkahan dunia dan akhirat.

Pada akhirnya, kunci agar cepat mendapat panggilan ke Tanah Suci adalah rindu yang tulus. Rindu yang tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam amal, kesabaran, dan keteguhan doa. Sebab, setiap orang yang benar-benar merindukan Ka‘bah, Allah pasti menyiapkan jalannya — mungkin lewat rezeki yang tak disangka, atau undangan yang datang tiba-tiba.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْعُمْرَةَ إِلَى بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَزِيَارَةَ مَسْجِدِ نَبِيِّكَ الْكَرِيمِ، وَلَا تَحْرِمْنَا مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ

“Allāhumma urzuqnā al-‘umrata ilā baitikal-ḥarām, wa ziyārata masjidi nabiyyikal-karīm, wa lā taḥrimnā min faḍlika wa raḥmatika.”

Baca Juga: Tokoh Masyarakat Penjaringan Keluhkan Dampak Pembangunan Tol Harbour Road II Ancol Oleh PT CMNP

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kesempatan untuk berumrah ke rumah-Mu yang suci dan berziarah ke masjid Nabi-Mu yang mulia, dan janganlah Engkau jauhkan kami dari karunia dan rahmat-Mu.”

Semoga Allah mempercepat langkah kita menuju Tanah Suci, menunaikan umrah dengan hati yang bersih, dan kembali dengan jiwa yang penuh cahaya iman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.