Doa untuk Keluarga agar Dijauhkan dari Perpecahan dan Pertikaian

AKURAT.CO Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang cinta, kejujuran, dan kebersamaan. Dari keluarga, manusia tumbuh menjadi pribadi yang mengenal arti kasih sayang dan tanggung jawab.
Namun, tidak semua keluarga selalu harmonis. Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, pertengkaran dan perpecahan dalam rumah tangga sering kali muncul, bahkan di keluarga yang tampak paling tenang sekalipun.
Dalam Islam, menjaga keutuhan keluarga merupakan bagian dari ibadah besar yang nilainya sebanding dengan menjaga umat.
Allah subhānahu wa ta‘ālā menegaskan pentingnya rumah tangga yang dilandasi ketenangan dan kasih sayang. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rūm: 21)
Ayat ini menggambarkan bahwa keharmonisan bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, tetapi hasil dari kesadaran untuk terus menjaga cinta dan kasih sayang yang ditanamkan Allah.
Ketika komunikasi rusak, ego meninggi, dan doa tidak lagi menjadi perekat, maka pertikaian pun mudah tumbuh di antara suami, istri, maupun anak-anak.
Dalam Islam, doa menjadi senjata paling lembut sekaligus paling kuat untuk menjaga keluarga dari perpecahan. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam sendiri sangat sering mendoakan keluarganya agar selalu diliputi kedamaian. Salah satu doa yang bisa diamalkan untuk menjaga keluarga dari pertengkaran dan perpecahan adalah:
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
“Allāhumma allif baina qulūbinā, wa aṣlih dzāta baininā, wahdinā subulas-salām, wa najjinā mina zh–zhulumāti ilā an-nūr.”
“Ya Allah, satukanlah hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukilah kami ke jalan keselamatan, dan selamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya.”
Baca Juga: Hukum Selingkuh dalam Islam, Apakah Termasuk Perbuatan Zina?
Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh setiap kepala keluarga atau anggota keluarga, terutama ketika suasana hati mulai renggang, komunikasi terasa berat, atau muncul tanda-tanda perbedaan yang berpotensi menjadi besar.
Selain itu, ada pula doa dari Al-Qur’an yang sering dipanjatkan oleh orang-orang saleh:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Rabbana hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.”
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqān: 74)
Doa ini bukan hanya untuk meminta keluarga yang harmonis, tetapi juga memohon agar seluruh anggota keluarga tumbuh menjadi orang-orang yang bertakwa — sebab ketakwaan adalah benteng paling kuat dari konflik.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan bagaimana menyelesaikan pertikaian rumah tangga dengan kelembutan dan kesabaran. Ketika terjadi ketegangan dengan istrinya, beliau tidak membalas dengan amarah, melainkan memilih diam, menenangkan diri, lalu kembali berbicara dengan lembut. Hal ini menunjukkan bahwa kendali diri adalah kunci meredam perpecahan.
Dalam kehidupan sehari-hari, doa harus diiringi dengan upaya nyata untuk memperbaiki hubungan. Islam mengajarkan prinsip ishlah dzāt al-bain — memperbaiki hubungan yang retak. Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu.” (QS. Al-Hujurāt: 10)
Ayat ini berlaku bukan hanya dalam konteks sosial, tetapi juga dalam lingkup keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kedamaian di rumahnya — tidak menambah api pertengkaran dengan kata-kata kasar, tidak menyebarkan aib keluarga, dan tidak menumpuk dendam.
Ketika hati mulai jauh, doa adalah jalan untuk mendekatkan kembali. Saat ego menjadi tinggi, doa menjadi penunduknya. Dan ketika cinta mulai pudar, doa bisa menumbuhkannya kembali. Karena itu, keluarga yang sering berdoa bersama akan memiliki energi spiritual yang kuat untuk menghadapi badai kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu keluarga, Dia akan memasukkan kelembutan di antara mereka.” (HR. Ahmad)
Baca Juga: Pesan Sumpah Pemuda Presiden Prabowo: Bangsa Besar Lahir dari Pemuda yang Berani dan Jujur
Hadis ini menegaskan bahwa keberkahan sebuah keluarga bukan diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari kelembutan dan kasih sayang yang ada di antara mereka. Dan kelembutan itu hanya bisa tumbuh dari hati yang rajin berdoa dan bersyukur.
Pada akhirnya, menjaga keluarga dari perpecahan bukan tugas satu pihak saja. Itu adalah tanggung jawab bersama — suami, istri, dan anak-anak. Masing-masing harus belajar untuk menahan diri, meminta maaf, dan memaafkan. Sebab, rumah yang bahagia bukan rumah yang tanpa masalah, tetapi rumah yang setiap anggotanya tahu bagaimana menghadapi masalah dengan iman dan doa.
Semoga setiap keluarga Muslim selalu diberi kekuatan untuk menjaga cinta dan keutuhan rumah tangganya, serta dijauhkan dari pertikaian dan perpecahan yang mematikan kebahagiaan.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتَ سَكِينَةٍ وَمَوَدَّةٍ وَرَحْمَةٍ، وَأَعِذْنَا مِنَ الشَّيْطَانِ وَنَزْغَاتِهِ، وَاحْفَظْ أَهْلَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Allāhumma ij‘al buyūtanā buyūta sakinatin wa mawaddatin wa rahmah, wa a‘idznā minasy-syaithāni wa nazghātih, wahfaz ahlanā wa dzurriyyātanā min kulli syarr.”
“Ya Allah, jadikanlah rumah-rumah kami penuh ketenangan, kasih sayang, dan rahmat. Lindungilah kami dari setan dan godaannya, serta jagalah keluarga dan keturunan kami dari segala keburukan.”
Amin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










