Akurat

Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit dalam Al-Qur’an

Eko Krisyanto | 13 September 2025, 23:37 WIB
Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit dalam Al-Qur’an

AKURAT.CO Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga dikenal sebagai Asy-Syifā, penyembuh. Dalam beberapa ayat, Allah SWT menegaskan bahwa kitab suci ini adalah obat bagi penyakit, baik lahir maupun batin.

Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan, Al-Qur’an menghadirkan ketenangan jiwa dan menjadi jalan menuju kesembuhan melalui doa serta bacaan ayat-ayat tertentu.

Bahkan, Tafsir Al-Misbah menekankan bahwa kesembuhan yang dijanjikan bukan hanya fisik, tetapi juga menyentuh batin yang gelisah.

Doa adalah bentuk kepasrahan seorang hamba. Dengan berdoa, kita meneguhkan keyakinan bahwa setiap penyakit datang atas izin Allah, dan hanya Dia pula yang mampu mengangkatnya.

Selain memberi ketenangan hati, doa juga menumbuhkan optimisme dan memperkuat iman, sehingga orang sakit lebih tabah dalam menghadapi ujian.

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang dikenal sebagai ayat syifā’, ayat-ayat yang menjadi penawar bagi hati, penyemangat jiwa, sekaligus pengingat bahwa Allah SWT adalah Maha Penyembuh.

1. QS. Al-Anbiya: 83

رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Rabbi innī massaniyadh-dhurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.
 
Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.”
 

2. QS. Al-Isra: 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
 
Wa nunazzilu minal-qur’āni mā huwa syifā’un wa raḥmatul lil-mu’minīn.
 
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

3. QS. Yunus: 57

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Yā ayyuhan-nāsu qad jā’atkum maw‘iḍatum mir rabbikum wa syifā’un limā fiṣ-ṣudūri wa hudan wa raḥmatun lil-mu’minīn.

Artinya: “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit dalam dada, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang beriman.”

4. QS. An-Nahl: 69

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفاءٌ لِلنَّاسِ
 
Yakhruju min buṭūnihā syarābun mukhtalifun alwānuhu fīhi syifā’un linnās.

Artinya: “Dari perut lebah keluar minuman yang bermacam warna, di dalamnya terdapat obat bagi manusia.”

5. QS. Al-Waqi’ah: 19

لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ
 
Lā yuṣadda‘ūna ʿanhā wa lā yunzifūn.
 
Artinya: “Mereka tidak merasa pening kepala karenanya dan tidak pula mabuk."

Setiap penyakit hadir atas izin Allah SWT, dan hanya Dia pula yang mampu mengangkatnya.
 
Dengan mengamalkan doa-doa kesembuhan dari Al-Qur’an, seorang mukmin tidak hanya berharap pulih secara fisik, tetapi juga memperoleh ketenangan batin, kekuatan iman, serta rahmat-Nya yang tiada batas.

Baca Juga: Fenomena Doom Spending: Saat Gen Z Boros Demi Redakan Stres

Karena pada akhirnya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan penawar yang menenangkan hati, menguatkan jiwa, dan mendekatkan hamba kepada Sang Penyembuh Sejati.

Laporan: Nora Niswatun Choirina/magang 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.