Akurat

Maulid Nabi 2025: Tanggal Merah, Jadwal Perayaan, Bacaan Doa, serta Amalan

Naufal Lanten | 24 Agustus 2025, 18:26 WIB
Maulid Nabi 2025: Tanggal Merah, Jadwal Perayaan, Bacaan Doa, serta Amalan

AKURAT.CO Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada tahun 2025, peringatan Maulid Nabi bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025, yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Momen ini pun memberi kesempatan masyarakat Indonesia untuk menikmati long weekend sekaligus memperbanyak ibadah.

Lalu, bagaimana sebenarnya penetapan tanggal Maulid Nabi 2025? Apa saja amalan yang bisa dilakukan untuk menyambut bulan Rabiul Awal? Berikut penjelasan lengkapnya.


Kapan Maulid Nabi 2025 Jatuh?

Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, 1 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada Minggu, 24 Agustus 2025. Itu artinya sejak malam sebelumnya, umat Islam sudah mulai memasuki bulan penuh keberkahan ini.

Adapun 12 Rabiul Awal 1447 H, yang menjadi hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025. Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, tanggal tersebut resmi menjadi hari libur nasional.

Dengan jatuhnya pada hari Jumat, peringatan Maulid Nabi 2025 otomatis menciptakan long weekend yang bisa dimanfaatkan untuk ibadah, silaturahmi, maupun aktivitas keluarga.


Keistimewaan Bulan Rabiul Awal

Bulan Rabiul Awal identik dengan kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa Arab, kata rabi’ memiliki arti musim semi atau musim gugur, sedangkan dalam konteks bulan hijriah, Rabiul Awal adalah salah satu dari dua bulan berturut-turut setelah Safar: Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

Banyak peristiwa besar yang terjadi di malam kelahiran Rasulullah. Sejarah mencatat, api sesembahan kaum Majusi di Persia yang telah menyala selama seribu tahun padam begitu saja. Sebuah danau yang biasanya tidak pernah surut tiba-tiba mengering, bahkan kerajaan Qishra berguncang hebat hingga porak poranda. Semua fenomena itu diyakini sebagai tanda keagungan kelahiran Rasulullah SAW.

Tak heran jika umat Islam di berbagai penjuru dunia menjadikan bulan ini sebagai momen untuk memperbanyak rasa syukur dan amalan kebaikan.


Dalil dan Landasan Merayakan Maulid Nabi

Rasulullah SAW sendiri menaruh perhatian pada hari kelahirannya. Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa beliau berpuasa setiap hari Senin karena pada hari itu beliau dilahirkan sekaligus menerima wahyu pertama.

Artinya, memperingati Maulid Nabi bukan semata ritual seremonial, tetapi bentuk rasa syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah SWT berfirman:

“Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta.” (QS. Al-Anbiya: 107)


Amalan yang Bisa Dilakukan di Bulan Maulid Nabi

Bagi umat Islam, bulan Rabiul Awal adalah momentum tepat untuk memperbanyak amal kebaikan. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan:

  • Memperbanyak shalawat
    Ulama menekankan pentingnya memperbanyak bacaan shalawat pada bulan ini. Membaca shalawat adalah bentuk cinta sekaligus doa kepada Rasulullah SAW.

  • Puasa sunnah
    Bisa dilakukan dengan puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 tiap bulan hijriah), atau puasa sunnah lainnya. Puasa menjadi salah satu cara meneladani Rasulullah SAW.

  • Membaca kisah kelahiran Nabi
    Imam Suyuthi menyebut, membaca kisah kelahiran Rasulullah SAW adalah amalan mulia yang mendatangkan keberkahan serta doa para malaikat.

  • Membaca Al-Qur’an
    Mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW akan menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam kepada beliau.

  • Sedekah dan berbuat baik
    Memberi bantuan kepada yang membutuhkan, menjenguk orang sakit, atau berbagi rezeki adalah bentuk nyata meneladani kasih sayang Rasulullah SAW.


Doa Menyambut Bulan Rabiul Awal

Umat Islam juga dianjurkan membaca doa ketika memasuki bulan Rabiul Awal. Di antaranya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا ، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعٌ الْأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ وَتَفْرِيجِ كَرْبِ أُمَّةِ حَبِيبِك مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَافِي وَالْبَادِ ، يَاكَرِيمْ يَاجُوَادْ

Latin: Allaahumma baarik lanaa fi khootimati syahrina hadza, wa aqdim 'alainaa Robi'uul awwali bisholaahil balaadi wal 'ibaadi wa daf'il balaa-i wal fasaadi watafriiji karbi ummati habibika Muhammad shallallahu 'alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, ya Kariim ya Juwaad.

Artinya: Ya Allah berkahilah kami di pengujung bulan ini dan datangkanlah bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negeri dan hamba-hamba-Mu. Angkatlah bala dan kerusakan serta lapangkanlah kesusahan umat Nabi Muhammad SAW, baik yang tersembunyi maupun yang tampak, wahai Yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan.

اَللهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ

Latin: Allaahumma ahillahu ‘alainaa bil-yumni wal-iimaan, was-salaamati wal-islaam, rabbi wa rabbukallaah.

Artinya: Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan kebahagiaan, iman, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. (HR. Tirmidzi, ad-Darimi)


Penutup

Maulid Nabi Muhammad SAW pada 5 September 2025 bukan hanya momen libur nasional dan long weekend, tetapi juga kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, shalawat, sedekah, dan kebaikan lainnya.

Momentum bulan Rabiul Awal ini seharusnya dijadikan ajang mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak mulianya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Tanggal Merah September 2025: Libur Maulid Nabi dan Long Weekend Lima Hari

Baca Juga: Bolehkah Merayakan Maulid Nabi Muhammad di Luar Bulan Rabi'ul Awal?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.