Akurat

Tata Cara Kirim Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Fajar Rizky Ramadhan | 23 Agustus 2025, 06:17 WIB
Tata Cara Kirim Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

AKURAT.CO Dalam Islam, mendoakan orang tua yang sudah meninggal merupakan salah satu bentuk bakti anak yang tidak pernah putus meski kehidupan telah beralih dari dunia menuju alam barzakh.

Banyak hadis Nabi yang menegaskan bahwa doa anak saleh termasuk amalan yang terus mengalir pahalanya kepada orang tua, meskipun mereka telah wafat.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan Muslim, bahwa ketika seseorang meninggal, terputuslah semua amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

Dari hadis tersebut, jelaslah bahwa doa menjadi ikatan batin yang menjembatani kasih sayang antara anak dengan orang tua yang telah mendahului.

Mengirim doa kepada orang tua tidak terbatas pada waktu tertentu. Ia bisa dilakukan setiap selesai salat fardhu, pada malam hari ketika berzikir, atau pada kesempatan khusus seperti ziarah kubur.

Yang terpenting adalah keikhlasan hati dalam memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa mereka, melapangkan kuburnya, dan menempatkan mereka dalam derajat yang mulia di sisi-Nya.

Baca Juga: Terjadi Gempa Bumi di Bekasi dengan Magnitudo 4,9, Ini Doa dalam Al-Qur'an saat Terjadi Musibah

Salah satu doa yang diajarkan Al-Qur’an adalah permohonan seorang anak untuk kedua orang tuanya. Doa tersebut terdapat dalam Surah Ibrahim ayat 41:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan sekalian orang-orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (kiamat).”

Doa ini mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak hanya mendoakan dirinya, tetapi juga kedua orang tuanya dan sesama kaum beriman. Dengan mengamalkannya, anak berbakti tidak hanya menjaga hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga melestarikan cinta kepada orang tua dalam wujud doa yang tulus.

Selain itu, terdapat doa yang masyhur dibaca oleh banyak ulama ketika memohonkan ampunan untuk kedua orang tua:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.”

Doa ini sering dijadikan amalan harian oleh anak-anak saleh. Lafaznya sederhana, namun mengandung makna mendalam tentang kasih sayang timbal balik antara anak dengan orang tua.

Bila semasa hidup orang tua mencurahkan cinta, perhatian, dan pengorbanan tanpa pamrih, maka ketika mereka wafat, anak membalasnya dengan doa yang penuh kasih.

Dalam tradisi keilmuan Islam, doa ini tidak sekadar diucapkan, melainkan menjadi refleksi bahwa anak memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk selalu mengingat jasa orang tuanya. Ketika lidah melafazkan doa, hati pun diarahkan agar tetap berbakti, meski tanpa kehadiran fisik mereka.

Adapun tata cara mengirim doa kepada orang tua yang sudah meninggal dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana namun penuh makna.

Pertama, bersuci dengan berwudhu agar doa dipanjatkan dalam keadaan suci. Kedua, duduk dengan tenang, baik di rumah, di masjid, maupun di makam orang tua.

Ketiga, awali doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw., sebab doa yang diawali dengan shalawat lebih cepat diangkat oleh Allah.

Keempat, bacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang pahalanya dihadiahkan untuk orang tua, misalnya Surah Al-Fatihah, Surah Yasin, atau Surah Al-Ikhlas. Setelah itu, panjatkan doa khusus memohonkan ampunan dan rahmat bagi orang tua.

Selain doa di atas, ada pula bacaan yang dianjurkan:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُبُورَهُمَا رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَلَا تَجْعَلْهَا حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النَّارِ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kubur keduanya sebagai taman dari taman-taman surga, dan jangan Engkau jadikan ia sebagai lubang dari lubang-lubang neraka.”

Doa ini menunjukkan permohonan agar kubur orang tua menjadi tempat yang lapang, damai, dan penuh cahaya. Dalam akidah Islam, alam kubur adalah pintu pertama menuju akhirat. Bila kubur baik, maka perjalanan menuju akhirat pun akan dimudahkan.

Tata cara lain yang tidak kalah penting adalah menghadiahkan amal saleh kepada orang tua. Ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala bacaan Al-Qur’an, tetapi mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Qur’an, sedekah, doa, dan amal kebajikan lainnya dapat sampai kepada mayit jika diniatkan. Oleh karena itu, seorang anak bisa memperbanyak sedekah dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada orang tua yang telah wafat.

Doa anak tidak hanya bernilai ibadah individual, tetapi juga mempererat ikatan transendental antara dunia dan akhirat. Ia menjadi bukti bahwa kasih sayang tidak berhenti di ambang kematian.

Baca Juga: 5 Doa Ampuh agar Selamat dari Gempa Bumi

Ketika tangan menengadah dan lidah melafazkan doa, sejatinya seorang anak sedang menunaikan bakti tertinggi yang abadi. Dalam setiap lafaz doa, ada cinta yang tidak lekang oleh waktu, ada kerinduan yang dibungkus dalam permohonan tulus kepada Allah, Sang Pemilik Rahmat.

Mendoakan orang tua yang sudah meninggal bukan sekadar ritual, tetapi juga bentuk kesadaran bahwa kehidupan dunia adalah sementara. Anak yang berbakti memahami bahwa kelak dirinya pun akan berada pada posisi yang sama, menanti doa dari generasi penerus.

Maka dengan membiasakan diri mengirim doa kepada orang tua, seorang anak sedang menanam benih kebaikan yang kelak akan ia tuai ketika dirinya pun dipanggil kembali ke hadirat Allah.

Dengan demikian, tata cara kirim doa untuk orang tua yang sudah meninggal intinya adalah kesungguhan hati dalam memohon ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah untuk mereka.

Doa dalam bahasa Arab yang diajarkan Al-Qur’an dan hadis Rasulullah dapat dijadikan pedoman, sementara amal kebajikan seperti sedekah, ziarah kubur, dan membaca Al-Qur’an menjadi pelengkap yang menghadirkan ketenangan bagi anak sekaligus menjadi hadiah berharga bagi orang tua di alam kubur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.