Akurat

Demak dan Kudus Dilanda Banjir, Begini Bacaan Doa saat Tertimpa Musibah

Hadits Abdillah | 12 Februari 2024, 14:44 WIB
Demak dan Kudus Dilanda Banjir, Begini Bacaan Doa saat Tertimpa Musibah

AKURAT.CO Kabupaten Demak dan Kudus Jawa Tengah dilanda banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan yang berada di perbatasan antara kedua kabupaten tersebut. Banjir ini kemudian kian meluas hingga menyentuh 35 desa dari tujuh kecamatan.

Keadaan terparah berada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dengan ketinggian banjir nyaris mencapai atap rumah warga. Adapun saat ini sebanyak 11.400 warga terdampak telah diungsikan oleh pemerintah provinsi setempat. Selain itu, jalan pantura Semarang-Kudus juga terputus akibat terendam banjir.

Mengenai hal ini, banjir menjadi salah satu bentuk musibah yang kerap menimpa beberapa wilayah di Indonesia. Musibah sendiri dapat menimpa siapapun dalam bentuk yang berbeda-beda sebagai ujian bagi setiap manusia di muka bumi.

Dalam surat Al-Anbiya ayat 35, Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةًۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan”

Baca Juga: Keutamaan Hari Senin, Hari Dibukanya Pintu Surga

Dilihat dari ayat di atas, Allah SWT menguji manusia dengan menimpakan hal-hal buruk seperti musibah yang tidak disenangi. Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk menguji bagaimana sikap dan keimanan seseorang dalam menghadapi cobaan.

Saat tertimpa sebuah musibah Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kita untuk membaca sebuah doa. Menurut hadis shahih Muslim, seseorang yang membaca doa ini ketika tertimpa musibah akan Allah berikan pahala atas musibah yang menimpanya serta memberikan ganti yang lebih baik.

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Melalui doa di atas, manusia mengakui bahwasanya segala hal yang berada di muka bumi ini sejatinya hanya milik Allah SWT. Selain itu, doa ini juga mendorong sikap optimis manusia dalam menghadapi musibah yang menimpanya dengan mengharapkan karunia Allah SWT.

Dengan demikian, dalam menghadapi sebuah musibah, seseorang hendaknya bersikap sabar serta senantiasa bertawakal kepada Allah SWT karena sejatinya musibah merupakan bentuk ujian yang Allah berikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi