Akurat

3 Adab Kepada Guru, Cocok Menjadi Renungan Di Hari Guru Nasional

Fajar Rizky Ramadhan | 25 November 2023, 12:23 WIB
3 Adab Kepada Guru, Cocok Menjadi Renungan Di Hari Guru Nasional

AKURAT.CO - Mengedepankan adab kepada guru adalah hal yang harus diutamakan oleh siapa saja yang pernah mengeyam pendidikan.

Orang yang tidak punya adab kepada guru dipastikan ilmunya tidak akan bermanfaat. Sebab kemanfaatan ilmu tergantung keirdhoan guru.

Dalam Islam, ada banyak bentuk adab kepada guru. Berikut di bawah ini 3 di antara adab-adab terhadap para pendidik.

1. Menghargainya:

Menghargai guru dalam hal apapun merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. Rasulullah SAW memebri isyarat agar manusia selalu menghargai orang-orang yang besar, sebagai berikut:

Baca Juga: Doa Hari Guru, Baca Dan Amalkan Agar Mereka Selalu Diberi Kesehatan Dan Keberkahan Hidup

ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه

Artinya:“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).

2. Tidak Berbicara di Depannya dengan Hal yang Tidak Bermanfaat:

Diisyaratkan dari hadist Abi Said al Khudry radhiallahu ‘anhu sebagai berikut:

كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا

Artinya: “Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari).

3. Sabar dalam Membersamainya:

Allah berfirman :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS.Al Kahfi:28).

Wallahu A'lam.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.