Akurat Logo

Cara Menghitung Zakat Mal Paling Mudah dan Akurat

Redaksi Akurat | 30 September 2026, 21:55 WIB
Cara Menghitung Zakat Mal Paling Mudah dan Akurat
Zakat

AKURAT.CO Dalam menentukan zakat mal dengan tepat adalah tanggung jawab setiap Muslim yang memiliki harta yang sudah memenuhi batas nisab.

Zakat mal adalah zakat atas kekayaan yang harus dikeluarkan ketika memenuhi ketentuan tertentu, termasuk mencapai nisab setara 85 gram emas dan disimpan selama satu tahun penuh (haul). Dengan mengetahui cara perhitungan yang benar, Anda bisa melaksanakan kewajiban ini secara tepat sesuai dengan syariat Islam.

Baca Juga: BAZNAS Tegaskan Buku Islam Ala Prabowo Tak Gunakan Dana Zakat dan Sedekah

Definisi dan Dasar Hukum Zakat Mal

Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas berbagai jenis kekayaan yang dimiliki seseorang, baik berupa uang, emas, perak, hasil pertanian, perdagangan, maupun aset investasi. Istilah "maal" berasal dari bahasa Arab yang berarti harta atau kekayaan.

Dasar hukum zakat mal dapat ditemukan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 267 yang memerintahkan umat Islam untuk memberikan sebagian dari hasil yang baik dan kekayaan mereka. Kewajiban ini juga dikuatkan oleh Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 dan Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 yang mengatur pelaksanaan zakat di Indonesia.

Menyempurnakan zakat mal membawa hikmah yang dalam, seperti membersihkan kekayaan, mensucikan jiwa dari sifat serakah, dan membantu meringankan beban ekonomi bagi mustahik atau penerima zakat.

Syarat Kewajiban Zakat Mal

Sebelum menghitung zakat mal, pastikan harta Anda memenuhi beberapa kriteria berikut:

Syarat kepemilikan dan keadaan harta:

  • Harta yang dimiliki adalah milik sepenuhnya dan dapat dimanfaatkan secara utuh

  • Harta tersebut berkembang atau memiliki potensi untuk berkembang

  • Telah mencapai nisab yang setara dengan nilai 85 gram emas murni

  • Telah disimpan atau dimiliki selama satu tahun hijriah (haul)

Untuk tahun 2025, nilai nisab zakat mal mengikuti harga emas yang berlaku saat itu. Misalnya, jika harga emas per gram adalah Rp 1.000.000, maka nisab adalah Rp 85.000.000. Jika total harta Anda lebih besar dari jumlah itu dan telah disimpan selama setahun, maka Anda berkewajiban untuk mengeluarkan zakat.

Penting untuk diingat bahwa harta yang dihitung adalah jumlah bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok dan utang yang harus dilunasi. Hal ini memastikan zakat dikeluarkan dari kekayaan yang benar-benar surplus.

Macam-macam Harta yang Harus Dizakati

1. Emas dan Perak

Emas dan perak yang disimpan sebagai investasi atau perhiasan yang tidak digunakan harus dizakati jika mencapai nisab. Nisab untuk emas adalah 85 gram, sedangkan untuk perak adalah 595 gram.

Perhiasan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang wajar tidak diwajibkan untuk dizakati menurut sebagian ulama. Namun, perhiasan yang disimpan atau jarang digunakan sebaiknya dihitung dalam zakat.

2. Uang Tunai dan Tabungan

Seluruh uang yang ada di rekening bank, deposito, atau dalam bentuk tunai wajib dizakati jika telah memenuhi nisab dan haul. Ini termasuk dana yang tersimpan dalam rekening tabungan atau giro.

3. Aset Investasi

Saham, obligasi, reksadana, dan instrumen investasi lainnya juga termasuk dalam harta yang harus dizakati. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan nilai pasar saham saat ini ditambah dividen yang diterima, kemudian dikalikan 2,5%.

4. Harta Usaha

Barang yang dimiliki untuk dijual kembali juga harus dizakati. Nilai yang dihitung adalah nilai pasar barang pada akhir haul, bukan harga saat pembelian.

Baca Juga: Maybank Salurkan Rp1,4 Miliar Zakat Produktif untuk Cetak Wirausaha Perempuan, Mengapa Pendekatan Ini Lebih Berdampak?

Cara Menghitung Zakat Mal dengan Benar

Rumus Dasar Perhitungan

Perhitungan zakat maal memakai rumus yang sederhana: Zakat = 2,5% x Total Harta yang Perlu Dizakati

Persentase 2,5% ini berlaku untuk sebagian besar harta seperti uang, emas, perak, dan investasi. Namun, untuk hasil pertanian dan mineral, persentasenya dapat berbeda tergantung pada cara pengairan dan jenis komoditas.

Langkah-langkah Praktis Menghitung Zakat

  • Hitung semua kekayaan yang Anda miliki, termasuk uang tunai, tabungan, emas, investasi, serta harta lain yang telah melewati haul

  • Kurangi dengan utang yang harus dibayar dan kebutuhan penting yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kekayaan bersih

  • Bandingkan dengan nisab tahun ini (setara dengan 85 gram emas)

  • Jika lebih dari nisab, kalikan harta bersih dengan 2,5% untuk menghitung jumlah zakat yang perlu dibayarkan

Contoh Perhitungan

Misalkan Anda memiliki:

  • Tabungan: Rp 50.000.000

  • Emas: 100 gram (nilai Rp 100.000.000)

  • Saham: Rp 30.000.000

  • Hutang: Rp 10.000.000

Total kekayaan bersih = (50.000.000 + 100.000.000 + 30.000.000) - 10.000.000 = Rp 170.000.000

Dengan asumsi nisab Rp 85.000.000, maka kekayaan Anda lebih dari nisab. Zakat yang perlu dibayarkan = 2,5% x Rp 170.000.000 = Rp 4.250.000

Waktu yang Tepat untuk Membayar Zakat Mal

Zakat mal harus dikeluarkan setelah harta telah mencapai haul, yaitu tersimpan selama satu tahun hijriah atau sekitar 354 hari. Anda bisa menentukan tanggal jatuhnya zakat menggunakan kalender hijriah agar lebih mudah dalam menghitung tahunan.

Beberapa orang memilih untuk membayar zakat mal di bulan Ramadan karena mendapatkan pahala yang lebih besar. Hal ini diperbolehkan asalkan Anda melakukannya sebelum jatuh tempo haul. Namun, jika haul belum lengkap, lebih baik menunggu hingga haul tercapai agar sesuai dengan syariat.

Untuk zakat dari penghasilan atau pekerjaan, beberapa ulama modern mengizinkan pembayaran setiap bulan tanpa menunggu haul, dengan cara membagi nisab tahunan menjadi 12 bulan. Cara ini memberikan keleluasaan bagi pekerja dengan penghasilan tetap setiap bulan.

Tempat Menyalurkan Zakat Mal

Zakat mal harus disalurkan kepada delapan kategori yang berhak menerima (asnaf), yakni fakir, miskin, amil, muallaf, budak (riqab), gharim (orang yang berutang), fisabilillah, dan ibnu sabil.

Anda bisa menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat resmi seperti BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, atau lembaga lain yang diakui pemerintah. Lembaga-lembaga ini akan menyalurkan zakat kepada yang berhak dan memberikan bukti setoran zakat yang dapat digunakan untuk mengurangi pajak penghasilan.

Menyalurkan secara langsung kepada penerima juga diizinkan, asalkan Anda memastikan bahwa mereka termasuk dalam delapan kategori yang berhak. Namun, disarankan untuk menyalurkan melalui lembaga resmi karena mereka memiliki proses verifikasi dan distribusi yang lebih terencana.

Tips untuk Memudahkan Pengelolaan Zakat Mal

Untuk mempermudah perhitungan dan pembayaran zakat mal, Anda bisa menggunakan kalkulator zakat online yang disediakan oleh lembaga amil zakat terpercaya. Kalkulator ini memudahkan Anda menghitung zakat secara otomatis berdasarkan jenis harta yang dimiliki.

Catat semua aset dan kekayaan yang Anda miliki secara rutin, minimal setiap bulan. Dengan pencatatan yang baik, Anda akan lebih mudah untuk mengetahui kapan kekayaan mencapai nisab dan haul, serta berapa jumlah zakat yang harus dikeluarkan.

Apabila Anda memiliki beragam jenis aset rumit seperti real estate, perusahaan, atau investasi, sebaiknya Anda berbicara dengan seorang profesional zakat atau lembaga amil agar mendapatkan perhitungan yang lebih tepat.

Tia Ayulia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R