Apakah Zakat Fitrah Boleh Diberikan ke Saudara? Ini Penjelasan Hukumnya

AKURAT.CO Apakah zakat fitrah boleh diberikan ke saudara? Pertanyaan ini sering muncul menjelang Idulfitri, terutama ketika seseorang memiliki kerabat yang kondisi ekonominya kurang mampu.
Dalam Islam, zakat fitrah boleh diberikan kepada saudara dengan syarat tertentu.
Lalu, bagaimana hukumnya menurut Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.
Hukum Memberikan Zakat Fitrah kepada Saudara
Zakat fitrah pada dasarnya boleh diberikan kepada saudara selama mereka termasuk golongan mustahik yang berhak menerima zakat.
Ketentuan ini merujuk pada penjelasan dalam Surah At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat, di antaranya fakir, miskin, amil, mualaf, dan golongan lainnya.
Apabila saudara kandung, sepupu, paman, bibi, atau kerabat lain tergolong fakir atau miskin, maka zakat fitrah boleh bahkan lebih utama diberikan kepada mereka.
Selain menunaikan kewajiban zakat, pemberian tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dalam Islam.
Dalil dan Pendapat Ulama tentang Zakat Fitrah untuk Saudara
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali membolehkan zakat diberikan kepada kerabat yang bukan tanggungan nafkah wajib serta termasuk golongan mustahik.
Pendapat ini didasarkan pada Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 yang merinci delapan asnaf penerima zakat.
Beberapa hadis Nabi SAW menyebutkan bahwa sedekah kepada kerabat mengandung dua keutamaan: pahala sedekah dan silaturahmi.
Artinya, jika saudara benar-benar membutuhkan sebagai fakir atau miskin, memberikan zakat fitrah kepada mereka bisa lebih utama dibandingkan kepada orang lain yang tidak memiliki hubungan keluarga.
Syarat Saudara Bisa Menerima Zakat Fitrah
Agar zakat fitrah sah diberikan kepada saudara, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan:
1. Termasuk golongan fakir atau miskin, yaitu orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
2. Tidak menjadi tanggungan nafkah wajib, seperti orang tua (ayah dan ibu), kakek dan nenek, anak dan cucu, serta istri.
3. Beragama Islam, karena zakat fitrah hanya diberikan kepada muslim.
4. Diberikan dalam waktu yang telah ditentukan, yaitu sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Jika seluruh syarat tersebut terpenuhi, maka zakat fitrah yang diberikan kepada saudara sah menurut syariat Islam.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum zakat fitrah kepada saudara memiliki ketentuan tertentu dalam syariat Islam.
Jadi, apakah zakat fitrah boleh diberikan ke saudara? Jawabannya: boleh, bahkan bisa lebih utama, selama saudara tersebut termasuk golongan fakir atau miskin dan bukan orang yang wajib dinafkahi.
Memberikan zakat kepada keluarga yang membutuhkan tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan.
Dengan demikian, hukum zakat fitrah untuk saudara bergantung pada status ekonomi dan hubungan nafkahnya agar zakat yang dikeluarkan tetap sah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Laporan: Vidhia Ramadhanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






