Akurat Logo

Lima Hadis tentang Pentingya Perbanyak Baca Istighfar

Cendhy Vicky V | 15 Juli 2022, 18:40 WIB
Lima Hadis tentang Pentingya Perbanyak Baca Istighfar

AKURAT.CO Berbuat salah merupakan tabiat setiap manusia. Hanya, sebaik-baik manusia yang bersalah adalah mereka yang mau mengaku atas kesalahan yang diperbuatnya dan meminta ampunan kepada Allah SWT.

Salah satu zikir yang biasa dibaca umat muslim agar dosa-dosanya diampuni adalah membaca istighfar. Kendati lafalnya pendek tapi jika dibaca dengan penuh keikhlasan dan kemantapan maka bisa melebur dosa.

Dilansir Bincangsyariah, berikut adalah llima hadis tentang pentingnya membaca istigfar beserta telaah riwayatnya.

Hadis pertama

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ وَدَوَاءُ الذُّنُوْبِ الْاِسْتِغْفَارُ}.

Artinya, “Nabi SAW bersabda, “Setiap penyakit itu ada obatnya dan obat-obatnya dosa adalah istighfar atau meminta ampunan.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ad-Dailami dari sahabat Ali RA.

Hadis kedua

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِكُلِّ شَيْءٍ حِلْيَةٌ وَحِلْيَةُ الذُّنُوبِ الْاِسْتِغْفَارُ}.

Artinya, “Nabi SAW bersabda, “Setiap sesuatu itu ada perhiasannya dan perhiasan dosa-dosa adalah istighfaratau meminta ampunan.” Hadis ini belum ditemukan periwayatnya. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis ketiga

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنِ اسْتَغْفَرَ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَارًّا مِنَ الزَّحْفِ}.

Artinya, “Nabi SAW bersabda, “Siapa yang meminta ampunan maka Allah akan mengampuninya meskipun ia lari dari peperangan.” Hadis ini belum ditemukan periwayatnya. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya. Hanya saja, terdapat hadis lain yang semakna dengan hadis tersebut riwayat imam Abu-Daud, At-Tirmidzi, dan imam Al-Hakim dari sahabat Ibnu Mas’ud sebagaimana berikut.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلاَثًا غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَ فَارًّا مِنَ الزَّحْفِ.

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang mengucapkan Astaghfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih (Aku meminta ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri. Aku bertaubat kepadaNya) tiga kali, maka dosa-dosanya telah diampuni meskipun ia lari dari medan peperangan (di mana hal itu adalah termasuk dosa yang besar).”

Hadis keempat

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَا أَصَرَّ مَنِ اسْتَغْفَرَ وَإِنْ عَادَ فِى الْيَوْمِ سَبْعِيْنَ مَرَّةً}.

Artinya, “Nabi SAW bersabda, “Tidak ada dosa yang menumpuk bagi orang yang meminta ampunan meskipun ia mengulanginya dalam sehari tujuh puluh kali.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Daud dan imam At-Tirmidzi dari sahabat Abu Bakkar As-Shiddiq RA.

Hadis kelima

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنِ اسْتَغْفَرَ بَعْدَ الذُّنُوبِ غَفَرَ اللهُ لَهُ فَهُوَ لَها كَفَّارَةٌ}.

Artinya, "Nabi SAW bersabda, “Siapa yang meminta ampunan atau beristighfar setelah melakukan dosa-dosa, Allah mengampuninya, maka istighfarnya itu melebur dosa-dosanya.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini.

Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya. Hanya saja beliau menyebutkan hadis lain yang semakna dengan hadis tersebut riwayat imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
A
Editor
Abror