Manfaatkan Limbah Organik, Komunitas Gerakan Akademi Berompi Ajak Warga Ubah Kulit Pisang Jadi Sabun Cuci Piring

AKURAT.CO Komunitas Gerakan Akademi Berompi mengajak warga Dawung, Kelurahan Kedungpane, Mijen, Kota Semarang, untuk memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi sabun cuci piring.
Kegiatan yang digelar di Aula PAUD/KB Eling Bening, Kedungpane, pada Sabtu (9/9/2026) lalu, disebut sebagai Banana Clean.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang diusung oleh Divisi Sosial dan Lingkungan Komunitas Gerakan Akademi Berompi. Dilatarbelakangi sebagian besar pedagang olahan pisang di Semarang yang membuang kulit pisang secara percuma.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi sesuatu yang bernilai guna dan jual, seperti menjadi sabun cuci piring.
Kegiatan ini diikuti 21 anggota Gerakan Akademi Berompi dan 10 warga Dawung.
Baca Juga: 4 Trik Rahasia Kulit Bersinar Dengan Kulit Pisang, Caranya Mudah!
Pembuatan sabun cuci piring dari limbah kulit pisang tidaklah serumit yang dibayangkan.
Bahan-bahan yang digunakan juga terjangkau, antara lain ekstrak yang dihasilkan dari limbah kulit pisang yang sudah diblender halus kemudian diambil airnya, air bersih, texapon (bahan sabun), EDTA 2Na sebagai pengawet, perasa pisang, pewarna makanan, garam sebagai pengikat agar sabun yang dibuat tetap kental, serta jeruk nipis sebagai tambahan untuk membersihkan lemak dari kotoran piring.
"Selain memakai limbah kulit pisang, kita juga bisa membuat sabun cuci piring menggunakaan kulit buah lain seperti jeruk atau nanas. Yang terpenting adalah kulit buah tersebut memiliki saponin atau senyawa yang bisa menghasilkan busa," jelas Lilin, pemateri sekaligus Koordinator Divisi Sosial dan Lingkungan Komunitas Gerakan Akademi Berompi.
Dalam praktiknya, pemateri mengajak warga untuk melingkar bersama anggota Komunitas Gerakan Akademi Berompi.
Dengan perlahan, warga dituntun untuk mempraktikkan pembuatan sabun cuci piring secara bertahap. Dimulai dari mengekstrak kulit pisang, memasukkan bahan-bahan sesuai takaran, hingga proses pengemasan menjadi produk layak jual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar





