Kemarau Panjang Diprediksi hingga Januari 2027, Pemprov Jakarta Siapkan 29 Tangki Air

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Januari 2027. Di Jakarta, dua kelurahan dilaporkan sudah mengalami kekeringan, yakni kelurahan Kalibaru dan Semper.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan 29 tangki air untuk membantu warga yang mengalami kekurangan air selama kemarau panjang. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan puluhan tangki tersebut berasal dari 10 instansi dan lembaga.
"Pemerintah Jakarta menghadapi El Nino yang diperkirakan panjang sampai dengan akhir September, bahkan BMKG memprediksi sampai dengan Januari 2027," kata Pramono saat memimpin Apel Jaga Jakarta dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Lapangan Silang Monas sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Jabar Kekeringan, DPR Dorong Pemerintah Serius Atasi Krisis Air Bersih
Dia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air. Menurut dia, saat ini Kelurahan Kalibaru dan Semper telah mengalami kekeringan.
"Untuk itu telah disediakan 29 tangki dari sepuluh instansi lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta," ujarnya.
Selain kekeringan, Pramono meminta jajarannya mewaspadai potensi kebakaran selama musim kemarau. Berdasarkan laporan BPBD Jakarta, sebanyak 457 kebakaran terjadi di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Sebanyak 240 kejadian di antaranya terjadi pada Agustus.
Kebakaran di Jakarta umumnya dipicu korsleting listrik, pembakaran sampah, dan kelalaian membuang puntung rokok. Dia meminta setiap rukun warga atau RW memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi awal.
Baca Juga: 8 Daerah Rawan Kekeringan di Indonesia Saat Musim Kemarau 2026
"Saya ingin memastikan pada setiap RW itu APAR-nya sudah tersedia, sehingga kalau ada kebakaran maka antisipasi kita sudah kita lakukan bersama," kata dia.
Kepala BPBD Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan masyarakat yang mengalami kekeringan dapat melaporkan kondisi tersebut melalui layanan Jakarta Siaga 112. BPBD, kata dia, akan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk menyalurkan air bersih.
"Bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan segera melaporkan ke 112 dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersihnya," kata Marulitua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








