8 Daerah Rawan Kekeringan di Indonesia Saat Musim Kemarau 2026

AKURAT.CO Daerah rawan kekeringan di Indonesia perlu menjadi perhatian saat memasuki musim kemarau 2026.
Curah hujan yang rendah dan periode tanpa hujan yang cukup panjang dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prakiraan BMKG, beberapa kawasan di Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.
Lantas, daerah mana saja yang perlu mewaspadai potensi kekeringan?
Baca Juga: Bukan Soal GRIB, Admin Instagram 'Pemukiman Setan' Ditangkap Karena Posting Cara Buat Bom Molotov
Daerah Rawan Kekeringan di Indonesia
1. Jawa
Sebagian besar wilayah Jawa menjadi salah satu kawasan yang perlu mewaspadai dampak musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi di banyak wilayah Jawa pada Agustus 2026.
Curah hujan yang rendah dalam waktu cukup panjang dapat membuat sumber air seperti sungai, waduk, dan sumur mengalami penurunan debit.
2. Bali
Bali termasuk wilayah yang diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko berkurangnya ketersediaan air.
Risiko tersebut akan semakin besar apabila suatu wilayah mengalami hari tanpa hujan dalam waktu lama.
Baca Juga: Baleg DPR Setujui RUU Penyiaran Jadi Usul Inisiatif, Aturan Konten Digital Jadi Sorotan
3. Nusa Tenggara Barat (NTB)
Sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan ketersediaan air, terutama untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan peternakan.
4. Nusa Tenggara Timur (NTT)
Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu wilayah yang perlu mewaspadai kekeringan saat musim kemarau. Sebagian wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus, sedangkan wilayah lainnya memasuki periode puncak pada September 2026.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat menyebabkan sumber air semakin terbatas.
5. Kalimantan Bagian Selatan
Beberapa wilayah di bagian selatan Pulau Kalimantan juga diperkirakan mengalami puncak musim kemarau. Ketika curah hujan berada di bawah kondisi normal, potensi kekeringan dapat meningkat.
Masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi sumber air dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air selama periode kering.
6. Sulawesi Bagian Selatan
Sulawesi bagian selatan termasuk kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, terutama ketika memasuki puncak musim kemarau pada periode Agustus hingga September 2026.
Kondisi kering yang berlangsung lama dapat berdampak pada persediaan air serta aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah yang bergantung pada curah hujan.
7. Sebagian Wilayah Sumatra
Tidak seluruh wilayah Sumatra mengalami kondisi kemarau pada waktu yang sama. Namun, sejumlah daerah diperkirakan memasuki puncak musim kemarau lebih awal atau berada pada periode tersebut selama Agustus hingga September.
Beberapa wilayah seperti Sumatra Selatan dan Lampung juga masih diperkirakan mengalami puncak kemarau pada September 2026.
8. Sebagian Maluku dan Papua
Potensi kondisi kering juga perlu diperhatikan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Pada September 2026, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi di sebagian besar Maluku Utara, sebagian wilayah Maluku, serta beberapa wilayah Papua.
Masyarakat di daerah tersebut tetap perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan informasi terkait kondisi kekeringan dari pihak berwenang.
FAQ
1. Apa penyebab utama kekeringan saat musim kemarau?
Kekeringan umumnya terjadi ketika suatu wilayah mengalami curah hujan rendah dalam waktu yang cukup panjang. Kondisi tersebut dapat membuat persediaan air di sungai, waduk, dan sumur berkurang.
2. Daerah mana saja yang rawan kekeringan pada musim kemarau 2026?
Beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan, sebagian Sumatra, serta sebagian Maluku dan Papua.
3. Kapan puncak musim kemarau 2026 terjadi?
Waktu puncak musim kemarau dapat berbeda-beda di setiap wilayah. Sejumlah daerah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus, sedangkan wilayah lainnya berlangsung hingga September 2026.
4. Apa dampak kekeringan bagi masyarakat?
Kekeringan dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini juga dapat berdampak pada pertanian, peternakan, serta aktivitas masyarakat yang bergantung pada sumber air.
5. Apakah seluruh wilayah di satu provinsi pasti mengalami kekeringan?
Tidak. Kondisi cuaca dan tingkat kekeringan dapat berbeda antarwilayah, bahkan antarkabupaten atau antarkecamatan. Karena itu, informasi lokal dari BMKG dan pemerintah daerah tetap penting untuk diperhatikan.
Kesimpulan
Sejumlah wilayah Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan selama musim kemarau 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kawasan yang perlu diperhatikan mencakup sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan, serta sejumlah wilayah Sumatra, Maluku, dan Papua.
Kondisi kekeringan dapat berdampak pada ketersediaan air, pertanian, peternakan, hingga aktivitas sehari-hari. Meski demikian, tingkat risiko dapat berbeda di setiap daerah.
Masyarakat sebaiknya menghemat air dan terus memantau informasi cuaca serta peringatan dini dari BMKG untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





